Peningkatan Kapasitas Petugas Ptm Kegiatan Posbindu Kabupaten/Kota Tingkat Provinsi NTB

Indonesia saat ini menghadapi pergeseran pola penyakit dari Penyakit Menular (PM) menjadi Penyakit Tidak Menular (PTM) yang didukung dengan demografi struktur penduduk yang bergerak kearah struktur penduduk yang semakin menua yang juga berdampak pada pergeseran dari penyakit infeksi ke penyakit degeneratif. Pada tahun 2030 diperkirakan PTM akan menjadi penyebab lebih dari 75% kematian di seluruh dunia, yang sebagian besar berada di negara berkembang termasuk Indonesia (WHO, 2011).

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (riskesdas) 2013, terungkap bahwa prevalensi PTM diperoleh angka prevalensi PTM sebagai berikut ; hipertensi (25,8%), penyakit gagal jantung (0,3%), penyakit gagal ginjal kronik ( 0,2%), tumor/kanker (1,4%), asma (4,5%), DM (2,1%) dan stroke (12,1%). Riskesdas 2013 juga mencatat bahwa angka kecelakaan lalu lintas cukup tinggi, mencapai 47,7%.

Untuk faktor resiko dengan aktifitas fisik kurang berdasarkan penduduk ≥ 10 th berdasarkan Riskesdas 2013 adalah 26,1%, dengan provinsi tertinggi adalah DKI Jakarta 44,2%.  Kurang konsumsi buah sayur pada usia  ≥ 10 th menurun dari 93,6% pada tahun 2007 menjadi 93,5% tahun 2013.

Dinas Kesehatan Provinsi NTB sebagai salah satu istitusi yang mengurusi bidang kesehatan mempunyai tugas pokok memandirikan masyarakat untuk hidup sehat melalui pengendalian faktor risiko PTM.  Implementasi kegiatan harus  lebih diprioritaskan pada pencegahan dini antara lain awareness, edukasi gaya hidup sehat melalui upaya pencegahan Faktor Resiko PTM.

Pencegahan faktor resiko PTM merupakan suatu kegiatan untuk menjaga dan mengembalikan kondisi faktor resiko PTM kepada kondisi normal tidak beresiko. Pada individu yang mempunyai faktor resiko PTM, pengendalian dimaksudkan untuk mencegah terjadinya PTM sehingga komplikasi dapat dihindari. Untuk melakukan kegiatan pencatatan dan pelaporan mengenai faktor resiko PTM yang ada di masyarakat maka perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat, sehingga mereka mampu melakukan monitoring dan deteksi dini faktor resiko PTM di level paling bawah yakni rumah tangga sampai level berikutnya seperti tingkat kabupaten/kota. Kegiatan pemantauan faktor resiko PTM ini dapat dilaksanakan di setiap desa di Provinsi NTB. Untuk itu, Dinas Kesehatan Provinsi NTB melaksanakan pelatihan bagi tenaga kesehatan untuk meningkatkan kapasitas  petugas PTM kegiatan Posbindu kabupaten/kota selama 5 (lima) hari dari tanggal 15 – 19 Mei 2017 di Hotel Lombok Plaza Mataram.

Pelatihan diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari kabupaten/Kota Se-NTB, terdiri dari dokter, pengelola program PTM dan perawat Puskesmas. Sebagai narasumber adalah Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB dan Kepala Bidang P3KL, sedangkan pengajar berjumlah 5 orang, 1 orang pengajar dari pusat dan 4 orang pengajar provinsi. Goal yang ingin dicapai dari pelatihan ini adalah peserta pelatihan mampu melaksanakan manajemen pengendalian PTM di wilayah kerja masing-masing, mampu melakukan deteksi dini PTM, pencatatan dan pelaporan berjalan lancar dan baik serta terbentuknya Posbindu baru minimal 1 Posbindu di masing-masing kabupaten/kota. Semoga dengan bertambahnya jumlah Posbindu dan petugas terlatih, semakin banyak masyarakat yang dapat dideteksi dini faktor resiko PTM sehingga mencegah terjadinya PTM dan komplikasinya.. Mulailah menjalankan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) untuk Indonesia Sehat..

Foto Kegiatan :

Mungkin Anda Menyukai

Visit Us On TwitterVisit Us On Facebook