Pertemuan Evaluasi Dan Tindak Lanjut Hasil Pelaksanaan Effective Vaccine Management (Evm) Di Provinsi Ntb

Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, penyelenggaraan imunisasi terus berkembang, antara lain dengan perkembangan vaksin baru (Rotavirus, Japanese Encephalitis, Pneumococcus, dengue Fever dan lain-lain) serta penggabungan beberapa jenis vaksin sebagai vaksin kombinasi misalnya DPT-HB-Hib.

Dalam pelayanan imunisasi, rantai suplai vaksin yang baik adalah elemen penentu dan merupakan unsur kritis karena ditempat inilah vaksin diterima, disimpan dan didistribusikan dalam jumlah besar, dan apabila gagal dalam pengelolaan vaksin maka vaksin dapat rusak dalam beberapa jam. Dengan meningkatnya harga vaksin dan kebutuhan penyimpanan yang lebih besar di setiap tingkat rantai dingin, para pengelola harus mampu untuk mengatur tingkat stok yang lebih rendah, mengurangi limbah dan membuat perkiraan vaksin yang lebih akurat dan mencegah kekosongan atau kesalahan.

Mempertahankan standar kinerja yang tinggi dalam bidang ini hanya dapat dicapai bila semua rantai dalam mata rantai suplai vaksin bisa dimonitor secara efektif, dijangkau dan ditingkatkan berdasarkan praktek penyimpanan dan distribusi yang benar dan mutakhir.Salah satu perangkat penilaian kualitas rantai suplai vaksin/pengelolaan vaksin yang digunakan adalah Effective Vaccine Management (EVM). Untuk meningkatan pengetahuan dan keterampilan petugas pengelola imunisasi di kabupaten/kota Se-NTB terhadap Effective Vaccine Management (EVM) dan mengevaluasi serta menyusun tindak lanjut hasil pelaksanaan EVMA maka pada tanggal 29 s.d. 31 Mei 2017 diadakan pertemuan EVM tingkat provinsi di Hotel Golden Tulip.

Peserta pertemuan adalah pengelola program dan pengelola vaksin kabupaten/kota Se-NTB ditambah dengan staf surveilans epidemiologi, imunisasi dan kesehatan bencana. Sebagai narasumber dari pertemuan tersebut adalah perwakilan dari Subdit Imunisasi Kemenkes RI dan Dinas Kesehatan Provinsi NTB. Beberapa hal yang disepakati pada pertemuan :

  1. Melaksanakan penguatan program imunisasi yang terintegrasi dengan program keluarga sehat, promosi kesehatan serta lintas sektor dan lintas program lainnya

  2. Mengupayakan secara optimal pengelolaan vaksin yang efektif dan efisien melalui kerjasama yang erat antara unit yang membawahi program imunisasi dan unit farmasi untuk dapat mencapai :

    • Ketersediaan sarana penyimpaanan vaksin yang cukup dan memenuhi standar Kemenkes

    • Ketersediaan alat pemantau dan perekam suhu yang cukup dan SOP di semua tempat penyimpanan vaksin

    • Ketersediaan vaksin carrier dan cool box di tingkat kabupaten dan Puskesmas dalam jumlah yang memadai dengan pemanfaatan dan pemeliharaan yang baik

    • Ketersediaan vaksin dan logistik yang tepat jumlah dan waktu di setiap tempat penyimpanan vaksin dan tempat pelayanan imunisasi

    • Penggunaan vaksin efektif dan efisien dengan mengupayakan sesuai Indek Pemakaian (IP) vaksin

    • Pelaporan logistik disampaikan ke provinsi secara rutin bersama dengan laporan cakupan

  3. Meningkatkan kuantitas dan kualitas SDM dalam pengelolaan vaksindan logistik serta pembagian tugas yang jelas antara unit yang membawahi program imunisasi dan farmasi agar pelayanan di lapangan optimal

Foto Kegiatan :

Mungkin Anda Menyukai

Visit Us On TwitterVisit Us On Facebook