Informasi Setiap Saat
Informasi Serta Merta
Informasi Berkala
Informasi Dikecualikan
What’s HappeningWhat’s HappeningWhat’s Happening

Berita dan Artikel Kami Terbaru

Persiapan Imunisasi HPV, Kadinkes : Pastikan Vaksinasi Merata dan Berkualitas untuk Masa Depan Anak

Dinas Kesehatan Provinsi NTB bersama Clinton Health Acces Initiative (CHAI) terus berkomitmen dalam memberikan akses seluas-luasnya kepada anak di NTB untuk mendapatkan imunisasi Human Papillomavirus (HPV). Salah satu langkah nyata yang dilakukan melalui Pertemuan Sosialisasi dan Persiapan Pelaksaan Imunisasi HPV di Prime Park Hotel, Mataram, Senin (28/7).

Kegiatan yang dihadiri berbagai unsur penting, mulai dari perwakilan pemerintah daerah, perwakilan IDAI, tenaga kesehatan hingga PKK NTB dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Dr.dr.H.Lalu Hamzi Fikri, MM.MARS.

Dalam sambutannya, dr. Fikri menegaskan imunisasi lebih dari perlindungan kesehatan anak, melainkan hak anak yang harus ditunaikan oleh orang tua dan pemerintah.

“Setiap anak berhak untuk sehat baik sekarang maupun di masa depan. Pemerintah hadir untuk memberikan perlindungan kepada anak dari penyakit-penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dr. Fikri juga menyampaikan pentingnya vaksinasi yang merata dan berkualitas. Sehingga vaksinasi yang dilakukan efektif dalam pencegahan penyakit.

Sebagai penutup Kadinkes mengapresiasi kinerja tenaga medis, tenaga kesehatan, kader-kader posyandu dan keterlibatan lintas sektor dalam membantu sosialiasi imunisasi HPV ke masyarakat. “Saya yakin kita dapat menghadapi tantangan dalam penyelenggaraan imunisasi seperti penyebaran hoax dan keraguan orangtua. Dengan dukungan dan sinergi dari lintas sektor serta masyarakat kita bisa menyukseskan pelaksanaan imunisasi HPV,” ujarnya. -Sda

Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Perempuan Lewat Gerakan Perempuan Sehat Produktif

Dinas Kesehatan Provinsi NTB menggelar Pertemuan Orientasi Gerakan Perempuan Sehat Produktif untuk meningkatkan Kesadaran Kesehatan Perempuan pada Senin (28/7). Kegiatan ini juga sebagai respons atas tren peningkatan penyakit tidak menular (PTM) yang dalam satu dekade terakhir terus menunjukkan angka signifikan. Hal ini menjadi indikator bahwa beban pembiayaan terhadap penyakit dengan risiko tinggi (high-cost diseases) juga semakin meningkat.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB menyampaikan bahwa tantangan utama saat ini bukan hanya mengobati yang sakit, tetapi menjaga agar yang sehat tetap sehat. Kesehatan bukan hanya soal fisik, tetapi juga mencakup kesehatan psikis dan lingkungan.

“Data dari Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) menunjukkan bahwa mayoritas peserta pemeriksaan kesehatan berasal dari kelompok perempuan, termasuk di lingkungan kerja. Fakta ini memperkuat pentingnya peran perempuan dalam menjaga derajat kesehatan, mengingat tingkat produktivitas perempuan kini semakin tinggi di berbagai sektor,” ungkap Dr. Fikri. Beliau melanjutkan, perilaku dan lingkungan juga turut memberikan kontribusi hingga 40% terhadap derajat kesehatan seseorang.

Melalui orientasi ini, diharapkan para perempuan mampu menjadi agen perubahan, baik di keluarga maupun di lingkungan kerja, dalam menerapkan gaya hidup sehat dan menciptakan ruang produktif yang sehat secara menyeluruh. -Emp

Dukung Transformasi Kesehatan, Dinkes NTB Selenggarakan Pertemuan Peningkatan Kapasitas Pengelola Program Kesehatan

Pertemuan Peningkatan Kapasitas Pengelola Program Kesehatan dalam Rangka Mendukung Transformasi Kesehatan Tahun 2025 dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi NTB melalui Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK). Kegiatan ini diselenggarakan selama 4 hari, sejak Selasa (15/7) hingga Jum’at (18/7).  

Menurut Kepala Bidang SDK yang sekaligus Ketua Penyelenggara Kegiatan, Hj. Tuti Herawati, S.SiT.,MPH., kegiatan ini sebagai wujud semangat dan menjadi kesempatan untuk saling memperkuat internal Dinas Kesehatan NTB. “Acara ini dilakukan karena sumber daya kita sangat terbatas sehingga ini saatnya agar kita saling support dan menuangkan ide-ide kreatif, dengan harapan menghasilkan output draft penganggaran yang tepat,” ungkapnya.   

Kepala Dinas Kesehatan NTB, Dr. dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM.MARS.,  dalam kesempatan yang sama mengingatkan bahwa dalam melakukan pekerjaan, kita semua saling membutuhkan. “Ayo kita berproses hari ini untuk bisa dapat output yang lebih baik dalam implementasi kebijakan atau program yang menjadi target pusat dan daerah. Semoga kegiatan ini memberi langkah besar bagi kita dan menciptakan sistem kesehatan yang lebih kuat dan adaptif,” harapnya.

Kegiatan yang melibatkan seluruh bidang dan tim kerja pada Dinas Kesehatan NTB ini memberikan kesempatan kepada semua peserta untuk menyampaikan pendapat dan ide kreatifnya mengenai program yang sedang berjalan atau yang akan dilakukan berikutnya. Pada hari ketiga pelaksanaan, Kamis (17/7), peserta kegiatan melakukan kunjungan lapangan ke Kabupaten Lombok Utara (KLU), tepatnya ke Puskesmas Tanjung dan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lombok Utara dan diakhiri dengan menyambangi Dinas Kesehatan Lombok Utara.

Menurut Sekretaris Dinas Kesehatan, Edi Ramlan, SKM.MPH., pemilihan KLU sebagai lokasi kunjungan lapangan karena akselerasi kabupaten tersebut dalam pelaksanaan program kesehatan terbilang baik, meski masih termasuk kabupaten baru. “Ini akan menjadi pilot project untuk dikembangkan ke kabupaten lain, mengingat kegiatan ini adalah yang pertama kali dilakukan,” terangnya.

Kegiatan ini, lanjutnya, diharapkan akan menghasilkan rekomendasi tata kelola program dan rekomendasi tata kelola internal Dinas Kesehatan. -Arf

Pertemuan Review Program Imunisasi & Penurunan Zero Dose

Capaian imunisasi secara nasional perlu untuk terus ditingkatkan. Sampai saat ini masih terdapat anak-anak hingga usia remaja 11 tahun yang belum mendapatkan imunisasi sama sekali (zero dose), salah satunya disebabkan masih adanya isu dan stigma terhadap imunisasi di masyarakat.

Berangkat dari hal ini, Dinas Kesehatan Provinsi NTB melalui Bidang P2P menyelenggarakan Pertemuan Review Program Imunisasi dan Penurunan Zero Dose yang berlangsung di Hotel Prime Park, Mataram, Selasa (15/7).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Dr. dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM.MARS., menyampaikan bahwa dalam penyelenggaraan program yang transformatif, perlu adanya sistem yang kolaboratif dengan melibatkan seluruh OPD dan lintas sektor terkait dalam mencapai tujuan-tujuan program.

“Hambatan-hambatan yang kita hadapi saat ini sering kali merujuk pada sistem penginputan data pada aplikasi-aplikasi yang telah disediakan oleh Kemenkes, baik dari sarana prasarana, SDM, dan sebagainya,” terangnya.

Beliau mengharapkan, hambatan-hambatan ini dapat dipetakan dan dirumuskan solusinya sehingga data yang dikumpulkan dari setiap kabupaten/kota dapat menyeluruh dan merata, agar pelayanan imunisasi dapat berjalan maksimal sesuai target capaian yang telah ditentukan.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Ketua IAKMI NTB, Penangung Jawab Imunisasi dari seluruh kab/kota dan perwakilan Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi NTB.

Pemulihan Pasca Banjir, Pemprov NTB Selenggarakan Cek Kesehatan Gratis & Trauma Healing

Bencana banjir yang sempat melanda Kota Mataram pada Minggu (6/7) lalu tidak hanya berdampak pada kerugian materil, namun juga dapat berdampak pada kesehatan, baik fisik maupun psikis masyarakat. Mengantisipasi hal ini, Pemerintah Provinsi NTB mengutamakan gerak cepat dan kolaborasi kuat dengan berbagai pihak untuk menyelenggarakan cek kesehatan gratis serta trauma healing bagi para korban, sebagai langkah pemulihan pasca banjir.

Selain cek kesehatan gratis dan trauma healing, kegiatan yang diselenggarakan pada Minggu (13/7) ini juga dibarengi dengan pemberian bantuan sosial bagi masyarakat terdampak di tiga (3) wilayah, yakni lingkungan Kekalik, lingkungan Tegal Selagalas dan Karang Kemong. Dinas Kesehatan Provinsi NTB menyalurkan bantuan berupa Kit seperti Emergency Kit, BBL Kit, Bulin Kit, PUS kit, dan Bumil kit. Ada pula bantuan sosial berupa sembako yang diberikan oleh BPBD serta BPJS Kesehatan.

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK NTB, Sinta Agathia M. Iqbal hadir dalam kegiatan ini bersama Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah, Lalu Mohammad Faozal, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Dr. dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM.MARS., bersama tim kesehatan Dinas Kesehatan NTB, Tim Medis RSUD Provinsi NTB, RS Mandalika, RSJ Mutiara Sukma, RS Mata, RSUD Kota Mataram, BLKPK NTB dan Puskesmas wilayah setempat.

Dalam kesempatan ini, TP PKK melakukan trauma healing melalui permainan seperti Pertakid (Board Game), ⁠mainan Janur, Engklek, dan lainnya, bersama anak-anak di lingkungan terdampak banjir. Ketua TP PKK juga memanfaatkan momen ini dengan memberikan edukasi kepada anak-anak untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan, terutama membuang sampah pada tempatnya. Trauma healing juga dilakukan oleh tim RSJ Mutiara Sukma dan PMI NTB, mengingat pentingnya menjaga kesehatan jiwa dan mental masyarakat dalam kondisi pasca bencana.

Ketua TP PKK mengapresiasi kegiatan ini dan mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh tim kesehatan dan berbagai pihak yang terlibat. “Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Monev PPM TBC, Kadinkes Harapkan Lebih Banyak Penemuan Kasus TBC di NTB

Angka penemuan kasus TBC di NTB terbilang masih rendah, terutama dari fasyankes swasta (klinik, tempat praktik mandiri dokter, dan rumah sakit), serta masih cukup banyak kasus TBC yang belum dilaporkan (under reporting).

Hal ini menjadi atensi Dinas Kesehatan Provinsi NTB sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Kesehatan, Dr. dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM.MARS., dalam kegiatan Pertemuan Monitoring Evaluasi Program Public-Private Mix (PPM) Tuberkulosis dan Intervensi Layanan TBC HIV Tingkat Provinsi NTB Tahun 2025, Rabu (9/7) di Lombok Plaza Hotel, Mataram.

“Isu pertama TBC penemuan rendah dan pelaporan belum sesuai harapan (under reporting),” ungkapnya. “Saat ini PR-nya bagaimana agar lebih banyak penemuan kasus (TBC) dan memaksimalkan implementasi program,” lanjut Dr. Fikri.

Dr. fikri mengungkapkan, keterlibatan dan partisipasi kuat masyarakat sangat dibutuhkan. Ia juga mengaitkan persoalan ini dengan Desa berdaya yang merupakan salah satu program Gubernur NTB. “Persoalan kesehatan bisa kita temukan lebih awal di level depan melalui Desa Berdaya. Kita, kesehatan, diminta sukseskan beberapa indikator desa sehat dan zero stunting. Prioritasnya desa dengan kemiskinan ekstrem yang berjumlah sekitar 106 desa,” terangnya.

Hal ini, menurutnya, karena TBC juga memiliki korelasi dengan tingkat kemiskinan. Begitu juga dengan berbagai penyakit lain terutama yang berkaitan dengan lingkungan. Sehingga harapannya melalui Desa Berdaya ini dapat memberikan pengaruh pada peningkatan kualitas kesehatan di NTB.

Pertemuan Monitoring Evaluasi Program Public-Private Mix (PPM) Tuberkulosis dan Intervensi Layanan TBC HIV Tingkat Provinsi NTB Tahun 2025 merupakan kerja sama Dinas Kesehatan Provinsi NTB dengan The Global Fund Komponen Tuberkulosis. Kegiatan ini diselenggarakan selama tiga (3) hari sejak Rabu 9 Juli, hingga Jum’at 11 Juli 2025, dalam rangka evaluasi dan percepatan peningkatan capaian indikator program TBC dan PPM serta pelaksanaan kolaborasi layanan TBC dan HIV.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi NTB, H. Badaruddin, S.Kep.,Ns.MM., mengingatkan agar Kabupaten/Kota memastikan praktik mandiri termasuk RS dan Klinik dipastikan memenuhi mandat yang ada di dalam PerPres No.67 Tahun 2021, terkait penanggulangan Tuberkulosis. “Di tingkat Provinsi, ini adalah program Quick Win dari pusat kemudian turun menjadi program prioritas Gubernur dan akan dipertajam dengan pencapaian SPM di Kabupaten Kota, sehingga tugas kita memastikan ini terimplementasi dengan seksama,” tutupnya.