HARI CUCI TANGAN PAKAI SABUN SEDUNIA 2020, MOMENTUM TINGKATKAN UPAYA MEMUTUS RANTAI PENYEBARAN COVID-19

Pandemi Covid-19 saat ini tengah melanda berbagai negara di belahan dunia, tak terkecuali Indonesia. Sejak awal Maret 2020, Indonesia mulai terjangkiti Virus yang pertama kali muncul pada awal tahun 2019 di Kota Wuhan, China tersebut. Diketahui Covid-19 disebabkan Novel Coronavirus (2019-nCov) yang merupakan satu keluarga dengan virus penyebab SARS dan MERS. Virus tersebut menyebabkan gangguan pada saluran pernafasan. Hingga saat ini belum ada vaksin ataupun obat yang terbukti efektif dalam mengobati penyakit tersebut. Badan Kesehatan Dunia atau WHO serta Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau CDC pun mengeluarkan imbauan mengenai hal yang harus dilakukan dalam mencegah corona jenis baru ini. Upaya yang bisa dilakukan adalah melakukan berbagai upaya pencegahan, salah satunya adalah mencuci tangan menggunakan sabun atau yang sering kita dengar dengan istilah CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun).

Pada hari ini, Kamis tanggal 15 Oktober 2020 kita peringati sebagai Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Sedunia. Momen Hari Cuci Tangan Sedunia pertama kali dicetuskan pada tanggal 15 Oktober 2008 oleh Global Handwashing Partnership. Peringatan yang kemudian menjadi momentum tahunan tersebut diawali dengan aktivitas mencuci tangan menggunakan sabun yang dilakukan 120 juta anak di lebih dari 70 negara di dunia. Mencuci tangan dengan sabun adalah salah satu tindakan sanitasi dengan membersihkan tangan dan jari jemari menggunakan air dan sabun untuk menjadi bersih dan memutuskan mata rantai kuman. CTPS dikenal juga sebagai salah satu upaya pencegahan penyakit. Hal ini dilakukan karena tangan sering kali menjadi agen yang membawa kuman dan menyebabkan patogen berpindah dari satu orang ke orang lain, baik dengan kontak langsung ataupun kontak tidak langsung (menggunakan permukaan-permukaan lain seperti handuk, gelas).

Tangan yang bersentuhan langsung dengan kotoran manusia dan binatang, ataupun cairan tubuh lain (seperti ingus, dan makanan/minuman yang terkontaminasi saat tidak dicuci dengan sabun dapat memindahkan bakteri, virus, dan parasit pada orang lain yang tidak sadar bahwa dirinya sedang ditularkan. Tangan tersebut selanjutnya menjadi perantara dalam penularan penyakit. Mencuci tangan dengan air saja lebih umum dilakukan, tetapi hal ini terbukti tidak efektif dalam menjaga kesehatan dibandingkan dengan CTPS. Menggunakan sabun dalam mencuci tangan sebenarnya menyebabkan orang harus mengalokasikan waktunya lebih banyak saat mencuci tangan, tetapi penggunaan sabun menjadi efektif karena lemak dan kotoran yang menempel akan terlepas saat tangan digosok dan bergesek dalam upaya melepasnya. Di dalam lemak dan kotoran yang menempel inilah kuman penyakit hidup.

Semua jenis virus termasuk Covid-19 bisa dapat aktif di luar tubuh manusia selama berjam-jam, bahkan berhari-hari. Mereka bisa menyebar melalui droplets, seperti saat bersin, batuk, atau saat pengidapnya berbicara. Desinfektan, cairan hand sanitizer, tisu basah, gel, dan krim yang mengandung alkohol semuanya berguna untuk membunuh virus ini, tetapi tidak seefektif sabun. Saat beraktivitas sehari-hari, akan sulit bagi tangan untuk menghindari virus, bakteri, atau kuman. Penyebabnya, mata tidak mampu melihat virusnya langsung, sehingga mencuci tangan adalah langkah terbaik untuk menghindari tertular penyakit.

Mencuci dengan air saja jauh lebih kecil kemungkinannya untuk memindahkan virus dari permukaan kulit. Jadi, cucilah tangan dengan sabun (CTPS) karena ia mengandung senyawa seperti lemak yang disebut amphiphiles, yang mirip dengan lipid yang ditemukan dalam membran virus. Ketika sabun bersentuhan dengan zat berlemak ini, sabun mengikatnya dan menyebabkannya terlepas dari virus. Ini juga memaksa virus melepaskan diri dari kulit.

Selaras dengan hal tersebut, di masa Pandemi seperti saat ini Pemerintah maupun masyarakat umum semakin gencar mengkampanyekan Gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun sebagai upaya memutus rantai virus corona, sehingga penularan Covid-19 yang saat ini masih menghantui setidaknya dapat dikendalikan, selain tentunya kita memakai masker dan selalu menjaga jarak aman dengan orang lain disekitar minimal 1 meter.

Lalu kapan waktu penting untuk melakukan CTPS dan bagaimana kita melakukannya dengan benar? Berikut 5 waktu penting CTPS:

Lalu kapan waktu penting untuk melakukan CTPS dan bagaimana kita melakukannya dengan benar? Berikut 5 waktu penting CTPS:

  1. Sebelum makan
  2. Setelah BAB
  3. Sebelum menjamah makanan
  4. Sebelum menyusui
  5. Setelah beraktivitas

Kemudian yang tidak kalah penting dan wajib diperhatikan adalah mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Pastikan juga Anda mencuci tangan minimal 20 detik. Anda juga dilarang menyentuh hidung, mulut, dan mata sebelum mencuci tangan. Berikut enam langkah mencuci tangan yang direkomendasikan oleh Badan Kesehatan Dunia WHO untuk mencegah penyebaran penyakit, termasuk Covid-19 :

  1. Ratakan sabun dengan kedua telapak tangan
  2. Gosok punggung dan sela-sela jari tangan kiri dengan tangan kanan dan sebaliknya
  3. Gosok sela-sela jari
  4. Punggung jari tangan kanan digosokkan pada telapak tangan kiri dengan jari sisi dalam kedua tangan saling mengunci
  5. Ibu Jari tangan kiri digosok berputar dalam genggaman tangan kanan dan sebaliknya
  6. Gosok berputar ujung jari tangan kanan di telapak tangan kiri dan sebaliknya

(aj/2020

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Visit Us On TwitterVisit Us On Facebook