Website Resmi Dinas Kesehatan Provinsi NTB

Mengenal Computer Vision Syndrom

Apa itu Computer Vision Syndrom?

Computer Vision Syndrome (CVS) adalah kumpulan gejala yang ditimbulkan pada mata dan penglihatan yang terkait dengan penggunaan komputer termasuk desktop, laptop, tablet, smartphone dan alat elektronik lainnya secara berlebih atau dalam waktu panjang. Rasa tidak nyaman pada mata akan semakin meningkat seiring bertambahnya durasi penggunaan perangkat elektronik. (Rosenfield & Mcoptom, 2016).

Apa Saja Penyebab CVS?

Berbagai penyebab CVS diantaranya adalah :

  • Kondisi pencahayaan workstation (tempat kerja) yang tidak tepat
  • Pencahayaan kontras pada layar digital
  • Jarak pandang yang tidak sesuai
  • Postur duduk yang salah
  • Gangguan penglihatan, khususnya kelainan refraksi yang tidak terkoreksi dengan baik

Apa Saja Gejala CVS?

Pada umumnya, CVS menujukkan gejala yang mudah dikenali, seperti :

  • Mata lelah
  • Nyeri kepala
  • Mata kering
  • Penglihatan buram
  • Nyeri pada leher dan pundak

Apa Saja Faktor yang Meningkatkan Gejala CVS?

  • Gangguan refraksi yang tidak terkoreksi dengan baik, seperti rabun jauh atau mata minus (myopia) dan mata silinder (astigmatisme)
  • Kurangnya kemampuan mata untuk dapat fokus pada satu objek
  • Proses penuaan seperti ; presbiopia

Bagaimana Cara Mengatasinya?

Ada beberapa tips untuk mengatasi CVS yaitu :

  1. Atur kecerahan layar monitor (tidak terlalu cerah atau terlalu gelap)
  2. Atur jarak pandang antara mata dan layar (kurang lebih 50 – 100 cm)
  3. Atur kemiringan layar komputer dengan mata maksimal 20 derajat
  4. Atur posisi duduk yang tegak  sehingga mata tidak terlalu dekat atau terlalu sering memfokuskan pandangan ke layar sehingga tidak cepat lelah.
  5. Usahakan selalu berkedip agar mata terhindar dari iritasi dan kering
  6. Gunakan metode 20-20-20 untuk mencegah kelelahan mata, yaitu Istirahatkan mata setiap 20 menit sekali, melihat objek yang berjarak 20 kaki atau 6 meter selama 20 detik.
  7. Rajin olahraga Rajin, dapat menurunkan risiko penyakit-penyakit yang berpotensi mengganggu penglihatan, seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol.
  8. Rutin periksa mata (minimal dua tahun sekali), untuk mendeteksi adanya masalah atau penyakit mata, pada orang yang usianya > 40 tahun sebaiknya periksa mata minimal satu tahun sekali, karena pada usia tersebut kemampuan mata telah menurun dan rentan terserang penyakit mata.
  9. Konsumsi makanan bergizi yang megandung vitamin A, C, E, lutein, selenium, dan asam lemak omega-3, misalnya dengan mengkonsumsi mengonsumsi sayuran hijau, salmon, tuna, telur, kacang-kacangan, dan jeruk.
  10. Konsumsi suplemen kesehatan mata yang mengandung bilberry, lutein, zeaxanthin, B-Caroten, retinol, selenium, dan zinc.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.