Website Resmi Dinas Kesehatan Provinsi NTB

Mengenal Penyakit Paru Obstruksi Kronis dan Pengobatanya

Apa itu PPOK?

Penyakit Paru Obstruksi Kronik atau sering disingkat PPOK merupakan suatu istilah yang sering digunakan untuk sekelompok penyakit paru-paru yang berlangsung lama.  Penyakit ini menghalangi aliran udara sehingga menyebabkan penderita mengalami kesulitan dalam bernafas.

Apa Saja Jenis PPOK?

Penyakit ini merupakan kombinasi dari dua penyakit pernafasan yaitu bronchitis kronis dan emfisema.

  • Bronkhitis kronis adalah infeksi pada saluran pernafasan yang menuju paru-paru yang mebyebabkan penyempitan dinding bronkus dan peningkatan produksi mucus/ cairan di saluran pernafasan.
  • Emfisema adalah kondisi rusaknya kantung-kantung udara (alveoli) pada paru-paru yang terjadi secara bertahap.

Pada emfisema beberapa faktor penyebab obstruksi jalan nafas yaitu : inflamasi dan pembengkakan bronki, produksi lendir yang berlebihan, kehilangan rekoil elastik jalan nafas, dan kolaps bronkiolus serta redistribusi udara ke alveoli yang berfungsi. Karena dinding alveoli mengalami kerusakan.

Apa Saja Faktor Resiko PPOK?

  • Merokok, pajanan asap rokok pada perokok aktif maupun pasif merupakan faktor utama penyebab PPOK serta penyakit pernafasan lainnya.  Diperkirakan 1 dari empat rang perokok aktif mengdap PPOK
  • Usia, PPOK akan berkembang secara perlahan ahan selama bertahun-tahun.  Gejala penyakit umumnya muncul pada pengidap yang berusia 35 – 40 tahun
  • Polusi udara, Misalnya asap kendaraan bermotor, debu jalanan, gas buangan industry, briket batu bara, debu vulkanik, gunung meletus, asap kebakaran hutan, asap obat nyamuk bakar, asap kayu bakar, asap kompor, polusi ditempat kerja (bahan kimia, debu/ zat iritasi dan gas beracun)
  • Faktor Keturunan, Jika memiliki anggota keluarga yang PPOK , maka penderita memiliki resiko yang lebih tinggi untuk terkena penyakit yang sama.

Apa Saja Gejala PPOK?

  1. Batuk kronik dengan atau tanpa dahak yang tidak kunjung sembuh
  2. Makin sering tersengal-sengal saat melakukan aktivitas ringan seperti memasak atau mengenakan pakaian
  3. Mengi atau suara nafas disertai bunyi
  4. Lemas (kehilangan kemampuan/prodiktivitas)
  5. Terasa berat di dada
  6. Penurunan berat badan

Apa Saja Pengobatan PPOK?

Pengobatan pada PPOK tergantung tingkat keparahannya, diantaranya adalah :

2. Perubahan gaya hidup

Perubahan gaya hidup  diantaranya dalah  :

  • Menghindari asap rokok dan iritan lainnya di udara, seperti debu, asap pembakaran, dan bahan kimia beracun lainnya.
  • Olahraga, bisa memperkuat diafragma (otot di antara paru-paru dan perut yang membantu Anda bernapas)
  • Pola makan, porsi lebih kecil, minum vitamin, suplemen mineral
  • Istiharat cukup

2. Pengobatan PPOK dengan Therapy

a. Therpy oksigen, dapat membantu :

  • Mengurangi gejala PPOK
  • Memasok oksigen bagi darah dan organ lainnya
  • Memudahkan untuk tidur
  • Mencegah gejala dan memperpanjang masa hidup

b. Rehabilitasi Paru (pernafasan), merupakan program khusus bagi penderita penyakit paru, diantaranya mempelajari cara mengendalikan pernapasan melalui olahraga, nutrisi, dan pikiran positif.  Rehabilitasi paru meningkatkan kemampuan beraktivitas sehari-hari, dan meningkatkan kualitas hidup.

c. Terapi ventilasi non-invasif di rumah, menggunakan masker untuk meningkatkan pernapasan,

3. Pengobatan dengan mengola eksaserbasi (perburukan gejala)

Beberapa jenis obat untuk  mengobati gejala PPOK, yaitu :

  1. Bronkodilator, adalah obat untuk membuka saluran bronkus (saluran yang menuju ke paru-paru dari jalan napas). Inhaler atau nebulizer dapat digunakan dengan obat ini.
  2. Kortikosteroid, seperti prednisone merupakan obat untuk mengurangi peradangan di paru-paru yang disebabkan oleh infeksi atau iritan seperti asap rokok, suhu udara yang ekstrem, atau asap yang berbahaya.
  3. Antibiotik, untuk mencegah infeksi saat  menderita PPOKm karena dapat menyebakan pernafasan menjadi lebih sulit.

Penulis : Reny Yuli Aspiani

Referensi :

  • Mayo Clinic, 2020.  COPD- Diagnosis and treatmen
  • Mansjoer, Arif, 2000., Kapita Selekta Kedokteran, Media Aesculapius FKUI, Jakarta
  • Smeltzer C. Suzannne, (2002 ), Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah, Alih Bahasa Andry Hartono, dkk., Jakarta, EGC

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.