Website Resmi Dinas Kesehatan Provinsi NTB

Posyandu Keluarga Dekatkan Pelayanan Kesehatab Bagi Masyarakat Tingkat Dusun

Mataram, 17 Februari 2021. Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat   dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar, utamanya untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi.

Posyandu sebagai wujud peran serta masyarakat dalam pelayanan kesehatan dituntut untuk lebih responsif dan efektif dalam mengatasi berbagai permasalahan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu Posyandu harus bisa memperluas jangkaun pelayanannya, tidak hanya balita, ibu hamil dan ibu menyusui tetapi juga sasaran strategis lainnya seperti remaja dan lansia. Menyikapi kondisi tersebut, pemerintah Provinsi NTB telah mengambil langkah bijak, dengan mengangkat atau menghidupkan kembali kinerja Posyandu ini, melalui program unggulan “Revitalisasi Posyandu”. Hal ini merupakan suatu upaya untuk meningkatkan fungsi dan kinerja Posyandu. Upaya ini membutuhkan keterlibatan banyak pihak, baik pemerintah maupun komponen masyarakat. Salah satu upaya Revitalisasi Posyandu yaitu dengan mengembangkan Posyandu Keluarga.

Posyandu Keluarga bertujuan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di tingkat dusun/lingkungan khususnya untuk sasaran ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, remaja, usia produktif dan lansia (lanjut usia).  Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se-NTB, pada Tahun 2020 di Provinsi NTB sudah terbentuk sebanyak 2.223 Posyandu Keluarga, melampaui target yang ditetapkan yaitu 2.000 Posyandu Keluarga.  Secara kuantitas, perkembangan Posyandu keluarga cukup signifikan, namun jika ditinjau dari segi kualitas, keberadaan Posyandu Keluarga masih belum sesuai dengan yang diharapkan.

Permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan Posyandu Keluarga antara lain : Regulasi belum ada terkait Posyandu Keluarga, belum semua kebijakan provinsi dipatuhi di tingkat desa dan kelurahan, sarana prasarana posyandu yang masih kurang, SDM (petugas/kader belum terlatih Posyandu Keluarga), politisasi kader yang tinggi, kegiatan di Posyandu monoton/tidak menarik, belum banyak program yang terintegrasi di Posyandu, belum optimalnya pemanfaatan posyandu sebagai wadah untuk edukasi oleh lintas sektor terkait serta belum optimalnya koordinasi lintas sektor dan pihak lainnya. Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut, semua lintas sektor dan lintas program terkait diharapkan dapat mengambil perannya untuk mensukseskan Posyandu Keluarga. Sehubungan dengan hal itu, Dinas Kesehatan Provinsi NTB  melaksanakan kegiatan Supervisi/pembinaan Posyandu Keluarga ke Kabupaten/Kota se-NTB.    

Tujuan kegiatan Supervisi/pembinaan Posyandu Keluarga oleh ke Kabupaten/Kota se-NTB adalah untuk mengetahui permasalahan /hambatan yang dihadapi oleh Kabupaten/Kota dan Puskesmas dalam pengembangan Posyandu Keluarga, serta melakukan pembinaan dan bimbingan teknis pelaksanaan posyandu keluarga sehingga ada persamaan persepsi dalam upaya meningkatkan kuantitas dan kwalitas pelayanan dan pelaksanaan  kegiatan di Posyandu khususnya Posyandu Keluarga.

Pada hari Selasa, 16 Februari 2021 Tim Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat  Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi NTB melaksanakan supervisi/pembinaan Posyandu Keluarga ke Kabupaten Lombok Timur. Pembinaan dilaksanakan ke dua Puskesmas, yaitu ke Puskesmas Pringgasela dan Puskesmas Wanasaba. Kegiatan berlangsung dengan di damping oleh Tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur.

Dari kunjungan tersebut didapatkan Puskesmas Pringgasela cakupan Posyandu aktifnya masih rendah. Kondisi tersebut dikarenakan belum adanya program tambahan yang terintegrasi di Posyandu serta masih rendahnya cakupan dana Sehat. Selain melaksanakan pembinaan kepada petugas Puskesmas, Tim Provinsi juga mengunjungi salah satu Posyandu Keluarga yang ada di wilayah Puskesmas Pringgasela, yaitu Posyandu Keluarga “Manggis” yang terletak di Dusun Aik Dewa Utara Desa Aik Dewa. Tim dari Provinsi disambut oleh Kepala Desa Aik Dewa, Ketua TP.PKK Kecamatan Pringgasela, Babinsa, Polmas serta Tim Posyandu Desa Aik Dewa. Arahan dari Tim Provinsi oleh M. Saleh Isa, SKM., selaku Koordinator Tim menggaris bawahi ada 4 hal manfaat yang diperoleh jika Posyandu sudah menjadi Posyandu Keluarga, yaitu : 1). Efisien waktu, karena pelayanan Posyandu ibu balita, Posyandu Lansia, Posyandu Keluarga, dan Posbindu dilaksanakan pada satu waktu yang bersamaan,   2). Efisien tempat, karena kegiatan pelayanan untuk semua sasaran dilaksanakan di lokasi yang sama sehingga tidak membutuhkan tempat yang terpisah-pisah 3). Adanya Team Work yang solid, karena seluruh Petugas Puskesmas yang melakukan pelayanan hadir sebagai Team Work, 4). Pelayanan secara komprehensip/menyeluruh, karena seluruh Tim dari Puskesmas turun ke Posyandu sehingga semua sasaran ( Ibu, Anak, remaja, Usia Subur, lansia) mendapat pelayanan di Posyandu.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Desa Aik Dewa, Mahmud menyatakan, bahwa masyarakat sangat menyambut baik keberadaan Posyandu Keluarga karena dengan adanya Posyandu Keluarga, maka semua anggota keluarga mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, remaja, usia produktif dan lansia bisa mendapatkan pelayanan kesehatan sederhana di Posyandu. Kepala Desa Aik Dewa juga sangat antusias akan mengembangkan seluruh Posyandu yang ada di Desa Aik Dewa menjadi Posyandu Keluarga. Hal ini tidak terlepas dari adanya dukungan Camat Pringgasela melalui kebijakannya terkait Revitalisasi Posyandu. Desa yang tidak mengalokasikan kegiatan Revitalisasi Posyandu dalam Anggaran Dana Desa (ADD), maka Camat tidak akan menandatangani ADD desa yang bersangkutan.

Sementara untuk pembinaan di wilayah Puskesmas Karang Baru Kecamatan Wanasaba,  pengelola program Promkes Puskesmas menyatakan bahwa ada salah satu Desa di wilayah Puskesmas tersebut, yaitu Desa Bebidas sangat antusias ingin membentuk Posyandu Keluarga dan akan mendukung pendanaannya dari ADD. Hal ini sangat sesuai dengan semangat yang diharapkan dimana usulan berasal dari bawah, yaitu dari desa sendiri dan bukan dari pihak pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan atau Puskesmas, yang artinya bahwa masyarakat merasa Posyandu Keluarga adalah merupakan suatu kebutuhan.

Terkait dengan hasil pembinaan / supervisi pada kedua wilayah Puskesmas tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur DR. H. Pathurrahman, SKM., M.AP., saat ditemui oleh Tim Provinsi di kantornya merespon positif terhadap semangat dan kesadaran dari dua puskesmas yang telah dilakukan pembinaan pada hari itu. Ia sangat menyambut baik inovasi maupun antusias dari Desa-desa wilayah kerjanya yang ingin mengembangkan Posyandu Keluarga. Tanpa menunggu waktu lama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur kemudian menugaskan kepada Tim Promkes Dinas Kesehatan Lombok Timur agar segera menindaklanjuti hasil pembinaan Tim Provinsi dengan mengawal dan memfasilitasi serta melakukan pembinaan lanjutan untuk membentuk Poyandu Keluarga ke wilayah Puskesmas Pringgasela dan Karang Baru.

Penulis: 1. Ida Ayu Tri Widyadnyani, SKM

              2. I Gusti Ayu Juliantari, SST., S.Si., MPH

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.