Website Resmi Dinas Kesehatan Provinsi NTB

Tahukah Anda 3 Pilar Presentasi?

Nani Fitriani, S.Pd, MPH (Widyaiswara pada Bapelkes Provinsi NTB)

Sebelum melakukan presentasi, seseorang akan merencanakan bahan-bahan apa saja yang akan dipresentasikan, materi apa saja yang akan diberikan, serta pesan-pesan apa saja yang akan disampaikan. Tampilan bahan presentasi yang menarik, terstruktur, dan sistematis menjadi salah satu unsur yang menentukan keefetifan bahan presentasi agar tidak terjadi kegagalan konten.

Menurut Andi Sukma Lubis, ada 3 pilar presentasi yang biasa disingkat menjadi COVID (Content, Visualisasi, Delivery). Namun dalam tulisan ini COVI dibahas lebih mendalam. Untuk D (delivery) dibahas pada kesempatan berbeda.

  1. Content (konten)

Konten merupakan raja dari sebuah bahan presentasi (slide) sedangkan desain menjadi pelengkapnya. Desain slide atau grafis slide sebagus apapun jika membuat audiens salah konsep atau tidak mengerti pesan apa yang disampaikan pada presentasi dan hanya melihat keindahan slide kita maka hal itu juga percuma saja. Sebelum mendesain slide, sebaiknya pikirkan dan susun secara sistematis materi dan pesan yang akan disampaikan agar efektif sebelum divisualkan dalam slide yang akan memberikan pemahaman pada audien.

Berikut dicontohkan sebuah rumus yang harus dilakukan dalam Menyusun pesan, ide dan konten yang akan didesain dalam slide agar sistematis.

  • Langkah WHY

Langkah pertama dikenal dengan langkah “Why” (mengapa). Carilah alasan-alasan “mengapa” untuk memperkuat materi yang disampaikan. Untuk menghadirkan “Why” dalam presentasi ada beberapa cara antara lain :

Buatlah fakta yang mencengangkan (dapat berupa hasil survey atau riset) terkait materi

Story telling

Four statement (4 pilihan untuk audien)

Surga dan neraka (menyebutkan kelebihan dan kekurangan)

Pada initinya, bagaimana audien yang menyimak presentasi yakin bahwa pesan/ materi yang disampaikan itu penting bahkan sangat penting dan bermanfaat baginya.

  • Langkah WHAT

Langkah ini bertujuan untuk menyusun jawaban dari pertanyaan “what” seperti definisi, konsep dasar, landasan teori atau penjelasan pokok materi yang akan disampaikan kepada audien.

  • Langkah HOW TO

Langkah ini berisi tentang pertanyaan yang menjawab solusi bagaimana caranya, bagaimana kiat, bagaimana tips, bagaimana metode, bagaimana memecahkan masalah. Pada langkah ini, pemateri dapat menuangkan/menawarkan ide-ide atau gagasan tentang solusi, kiat-kiat menjawab pertanyaan “how to”.

  • Langkah CALL TO ACTION

Langkah terakhir merupakan ajakan untuk action (melakukan) ide/gagasan yang dipresentasikan. Dapat berupa statement “call to action” yang kuat. Bisa juga bercerita atau key word dari seluruh isi presentasi.

2. Visual

Konten yang sudah disusun berdasarkan langkah content dituangkan dalam media presentasi. Pemilihan kata-kata/ kalimat, garis, warna, gambar, dapat menjadi bahan visual yang menarik.

Warna slide disesuaikan dengan untuk memperkuat dan membangun suasana presentasi. Warna dapat disesuaikan dengan karakteristik peserta/ audien, contohnya jika pesertanya ibu-ibu darma wanita, dapat menggunakan warna pink atau ungu sebagai warna utama pada slide.  Warna disesuaikan dengan ciri khas brand, contohnya Kemenkes membuat bahan presentasi dengan warna sesuai logonya yaitu hijau toska dan hijau stabilo.

Dalam 1 slide upayakan maksimal 2 warna dan jika terpaksa harus menambahkan warna, maka maksimal 4 warna (1-2 warna utama dan 2 warna tambahan).  Jika warna latar gelap, maka tulisan atau pesan utama disajikan dengan warna terang, begitupun sebaliknya.

Teks atau kalimat yang ditulis sebagai pesan dalam slide menggunakan huruf yang mudah dibaca (contoh arial, tahoma, anton,dll). Hindari jenis huruf yang memiliki ‘tanduk atau ekor” untuk menulis pesan pada slide (contoh blackadder ITC, chiller, dll). Teks yang ditulis sebagai pesan tidak menumpuk (maksimal 6-7 baris pada setiap slide), kecuali hal tertentu.

Gunakan gambar yang mendukung tema materi pada setiap slidenya. Gambar yang menjadi pesan utama bukan hanya sebagai latar belakang tetapi gambar tentang pesan sesuatu yang memiliki keterangan tertentu yang perlu diketahui oleh audien. Sedangkan gambar yang menajdi pesan pendukung biasanya hanya dijadikan sebagai latar belakang slide. Jika gambar yang digunakan terdiri dari banyak warna, maka dapat ditonjolkan warna utama sesuai gambar. Warna lain dapat diblur atau edit warna lain yang tidak dominan.

Konsep diferensiasi juga patut dipertimbangkan. Perbedaan ukuran, warna, dan jarak menjadi sangat perlu diterapkan dalam membuat slide presentasi.

Warna, teks, dan gambar adalah unsur slide jika dipadukan secara harmonis akan mengandung nilai estetika dan seni dalam desain grafis. Bahkan tidak hanya menjadi nilai seni jika konten sudah kuat secara struktur, maka desain slide akan semakin power full penuh dengan makna.

Warna yang bercampur, teks yang berantakan, gambar yang bercampur akan berdampak menjadi tidak enak dipandang mata. Bahkan slide yang dibuat dapat mengakibatkan pesan utama tidak sampai hingga audien malas melirik slide presentasi.

3. Delivery

How to delivery” merupakan kemampuan menyampaikan dan menyajikan pesan yang sudah divisualkan dalam media presentasi kepada audien. Hal ini sangat terkait dengan bagaimana intonasi, gesture, tatapan mata, dan kata-kata yang disampaikan kepada audien.

Demikian penjelasan mengenai 3 pilar presentasi, semoga tulisan ini bermanfaat bagi pembacanya. Sumber : Pelatihan Melukis Slide dengan Hati, Andi Sukma Lubis.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.