Website Resmi Dinas Kesehatan Provinsi NTB

Deteksi Dini Gejala Lupus Melalui SALURI

Systemic Lupus Erythematosus (SLE) adalah penyakit autoimun kronis yang belum jelas penyebabnya, menyerang multisistem dengan spektrum manifestasi yang luas dan mempengaruhi setiap organ atau sistem di dalam tubuh (Isbagio dkk, 2009; Jakes dkk, 2012).

Faktor Resiko Lupus

  • Faktor genetik : diketahui bahwa sekitar 7% pasien LES memiliki keluarga dekat (orang tua atau saudara kandung) yang juga didiagnosis LES.
  • Faktor lingkungan : infeksi, stres, makanan, antibiotik (khususnya kelompok sulfa dan penisilin), cahaya ultraviolet (matahari), penggunaan obat-obatan tertentu, merokok, paparan kristal silica.
  • Faktor hormonal : umumnya perempuan lebih sering terkena penyakit Lupus dibandingkan laki-laki. Meningkatnya angka pertumbuhan penyakit Lupus sebelum periode menstruasi atau selama kehamilan mendukung dugaan hormon estrogen menjadi pencetus penyakit Lupus

Gejala Lupus

Gejala utama pada lupus adalah ruam wajah yang menyerupai sayap kupu-kupu atau disebut dengan Buterfly Rash. Sedangkan gejala lain diantaranya adalah :

  • Sesak napas
  • Nyeri dada yang persisten
  • Nyeri sendi, bengkak, dan kaku
  • Demam dan kelelahan
  • Jari dan jari kaki membiru ketika terkena dingin
  • Sakit kepala, kebingungan dan kehilangan ingatan

Apa itu SALURI?

Saluri adalah PerikSa LUpus SendiRI yaitu cara mengenali Lupus dalam diri. Sadari lupus sejak dini dengan mencermati sederet gejala dan tanda tandanya.  Dengan mengenali gejala Lupus sejak dini diharapkan dapat dilakukan penanganan lebih cepat sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan, kualitas dan harapan hidup orang dengan lupus (Odapus).

Apa Saja Gejala yang Harus Diperhatikan pada Saluri?

  • Demam lebih dari 380C dengan sebab yang tidak jelas
  • Rasa lelah dan lemah berlebihan
  • Sensitif terhadap sinar matahari
  • Rambut rontok
  • Ruam kemerahan berbentuk kupu-kupu yang melintang dari hidung ke pipi
  • Ruam kemerahan di kulit
  • Sariawan yang tidak kunjung sembuh, terutama di atap rongga mulut
  • Nyeri dan bengkak pada persendian terutama di lengan dan tungkai, menyerang lebih dari 2 sendi dalam jangka waktu lama
  • Ujung-ujung jari tangan dan kaki pucat hingga kebiruan saat udara dingin
  • Nyeri dada terutama saat berbaring dan menarik napas panjang
  • Kejang atau kelainan saraf lainnya
  • Kelainan hasil pemeriksaan laboratorium (atas anjuran dokter) :
    • Anemia : penurunan kadar sel darah merah
    • Leukositopenia : penurunan sel darah putih
    • Trombositopenia : penurunan kadar pembekuan darah
    • Hematuria dan proteinuria : darah dan protein pada pemeriksaan urin
  • Positif ANA dan atau Anti ds-DNA.

Jika ditemukan minimal 4 gejala dari seluruh gejala yang disebutkan di atas, maka dianjurkan untuk segera melakukan konsultasi dengan dokter di Puskesmas atau rumah sakit agar dapat dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Apa Saja Anjuran untuk ODAPUS?

  • Hindari aktivitas fisik yang berlebihan
  • Hindari merokok
  • Hindari perubahan cuaca karena memengaruhi proses inflamasi
  • Hindari stres dan trauma fisik
  • Diet khusus sesuai organ yang terkena
  • Hindari paparan sinar matahari secara langsung, khususnya UV pada pukul 10.00 hingga 15.00
  • Gunakan pakaian tertutup dan tabir surya minimal SPF 30PA++ 30 menit sebelum meninggalkan rumah
  • Hindari paparan lampu UV
  • Hindari pemakaian kontrasepsi atau obat lain yang mengandung hormon estrogen
  • Kontrol secara teratur ke dokter
  • Minum obat secara teratur

Penulis : Reny Yuli Aspiani., S.Kep. Ns., M.Pd

Sumber : : P2PTM Kemenkes RI

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.