Website Resmi Dinas Kesehatan Provinsi NTB

Tuberkulosis Resisten Obat, Bukan Tuberkulosis Biasa

TUBERKULOSIS RESISTEN OBAT (TB RO)

Tuberkulosis Resiten Obat atau biasa disebut TB RO adalah infeksi Tuberkulosis yang menyerang tubuh yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis yang kebal obat akibat dari pengobatan yang tidak benar. Bakteri TB menular melalui udara saat berbicara, bersin maupun batuk. Tuberkulosis biasa maupun Tuberkulosis Resisten Obat bukan penyakit keturunan, guna-guna atau santet.

Gejala TB RO

Gejala TB RO sama dengan gejala Tuberkulosis biasa, namun kuman penyebabnya sudah kebal obat.

Gejala Utama : Batuk berdahak lebih dari 2 minggu

Gejala lainnya : Demam, batuk darah, nyeri dada, berkeringat di malam hari tanpa aktifitas, nafsu makan menurun serta berat badan menurun.

Bagaimana seseorang bisa sakit TB RO ?

  • Pasien yang menjalani pengobatan tuberkulosis biasa yang tidak tuntas atau gagal
  • Tertular dari pasien TB RO secara langsung

Bagaimana cara memastikan seseorang sakit TB RO ?

Apabila seseorang diduga menderita TB RO, dahak orang tersebut harus diperiksa dengan alat Tes Cepat Molekuler (TCM) serta dilalukan uji kepekaan obat.

Pengobatan TB RO

TB RO berarti kuman TB kebal terhadap oabat yang bisa membunuh kuman tersebut, sehingga Prinsip pengobatan TB RO adalah menggunakan Antibiotik yang diharapkan masih mampu membunuh kuman TB dalam jangka waktu 9-24 bulan bergantung obat jenis apa saja yang masih bisa digunakan oleh pasien.

Pengobatan dibagi menjadi 2 yaitu pengobatan Jangka Pendek (Short Treatment Regiment/ STR) yang membutuhkan  waktu minimal 9 bulan, serta Pengobatan Individual membutuhkan waktu minimal 20 bulan. Masing-masing pengobatan terbagi menjadi 2 tahapan, yaitu tahap awal sekitar 4-6 bulan dan tahap lanjutan.

Efek Samping Pengobatan TB RO

Efek samping ini merupakan efek samping yang sering dialami oleh pasien yang sedang berobat TB RO bersifat sementara dan menghilang seiring dengan waktu serta tuntasnya pengobatan serta dapat berbeda-beda pada masing-masing pasien.  

Efek samping terdiri  Mual, Muntah kesemutan, sakit kepala. Efek samping yang jarang terjadi yaitu jantung berdebar, nyeri dada, sesak nafas serta pendengaran berkurang. Apabila keluhan tersebut berkelanjutan, harus segera dilakukan penanganan di RS Rujukan TB RO

Pemantauan Pengobatan

Pasien perlu berobat rutin ke RS setiap bulannya untuk dilakukan pemeriksaan pemantauan dahak serta menjalani beberapa pemeriksaan penunjang lain (Klinis serta laboratorium)

Pencegahan dan pengendalian

  1. Menutup mulut dan hidung dengan tissue atau sapu tangan Ketika batuk atau bersin. Kemudian buanglah tisu di tempat sampah tertutup
  2. Jangan membuang ludah dan dahak di sembarang tempat
  3. Gunakan air dan sabun untuk mencuci tangan, kemudian keringkan
  4. Selalu gunakan masker
  5. Patuh berobat sampai tuntas/dinyatakan sembuh.

Gaya Hidup Sehat dan Pencegahan TB

  1. Makan makanan bergizi dan seimbang
  2. Membuka dan menjaga ventilasi rumah dalam keaadan terbuka dan mendapat cukup sinar matahari
  3. Rutin menjemur alas tidur agar tidak lembab
  4. Memberikan imunisasi BCG pada bayi baru lahir
  5. Olahraga secara teratur
  6. Hindari merokok

Apabila ada Keluarga atau kerabat yang mengalami gejala TB harap segera memeriksakan diri ke Puskesmas atau Fasilitas Layanan Kesehatan terdekat.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.