Website Resmi Dinas Kesehatan Provinsi NTB

Dikes Provinsi Lakukan Penguatan Koordinasi LP/LS, Menyusul Komitmen Lombok Timur Capai 100 Persen Posyandu Keluarga Tahun 2021

Pasca pernyataan komitmen Bupati Kabupaten Lombok Timur beberapa waktu lalu, bahwa Lombok Timur siap 100 persen Posyandu Keluarga tahun 2021, maka atas instruksi Wakil Gubernur NTB, serta arahan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB Dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM., MARS.,Tim Promosi Kesehatan, Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Provinsi NTB, lakukan penguatan koordinasi lintas program dan lintas sektor ke Lombok Timur, pada Selasa (18/3/21). Rangkaian kunjungan koordinasi dilakukan tim dengan melakukan kunjungan ke Dinas Kesehatan Lombok Timur dan ke kediaman Dekan Fakultas Kesehatan Universitas Hamzanwadi, Lombok Timur.

Pukul 10.00 WITA, setiba di Dikes Lotim, tim provinsi diterima langsung oleh Sekretaris Dinas Jalaludin Sayuti, SKM., MPH., Kepala Seksi Promosi Kesehatan Hj. Herni Widiyanti, S.ST., M.Gz dan staf. Pada kesempatan tersebut diperoleh informasi, bahwa Bupati Lombok Timur telah melakukan sosialisasi dihadapan seluruh Camat terkait komitmennya capai 100 persen Posyandu Keluarga di tahun 2021 ini, dan sosialisasi tersebut berujung pada instruksinya, bahwa seluruh Desa dan Kelurahan di Wilayah Lombok Timur, posyandunya harus bisa mencapai 100 persen, atau minimal 80 persen menjadi Posyandu Keluarga pada akhir bulan Mei 2021 ini.

Hal itu diungkapkan Jalaludin dihadapan Tim Promkes Provinsi pagi tadi, yang sekaligus selaku Koordinator pengembangan Posyandu Keluarga di Lombok Timur. Selanjutnya, Bupati, kata dia, selain menyampaikan komitmen untuk Posyandu Keluarga, Ia juga memaparkan komitmen akan dua program lainnya, antara lain 31 Maret 2021, 224 Desa/Kelurahan harus memiliki Perdes terkait Pernikahan Dini, dan 30 April semua desa menjadi Kampung KB.

Lebih lanjut dijelaskan, bahwa Dikes Lotim juga telah menindaklanjuti komitmen Bupati dengan melaksanakan beberapa langkah sosialisasi serta koordinasi, sekaligus melakukan pembinaan ke sejumlah puskesmas di wilayah tersebut. Dari beberapa kunjungan tersebut diperoleh komitmen puskesmas yang menyatakan siap mendukung dan mencapai 100 persen Posyandu Keluarga untuk seluruh posyandu yang ada di wilayah kerjanya masing-masing.

Hal ini setidaknya menjadi suntikan semangat positif bagi daerah Lombok Timur pada khususnya, dan secara umum menjadi booster bagi Pemerintah Provinsi NTB, untuk dapat mewujudkan misi Revitalisasi Posyandu melalui program unggulan Posyandu Keluarga, yang digadang-gadang akan mampu menurunkan permasalahan kesehatan di Provinsi NTB nantinya.

Pada kesempatan kunjungan tersebut, Kepala Seksi Promosi Kesehatan Provinsi Ida Ayu Kartini Tiyasa, S.Sos menyampaikan tujuan kedatangannya dalam rangka menindaklanjuti instruksi Wakil Gubernur serta arahan Kepala Dinas agar melakukan penguatan koordinasi dengan lintas program dan lintas sektor di Kabupaten Lombok Timur, untuk itu Ia meminta agar Dikes Lotim melakukan pemetaan progres capaian Posyandu Keluarga pada akhir bulan April 2021 bisa dilaporkan ke Provinsi.

Dayu Kartini juga mengingatkan agar nantinya Dikes Lotim dapat membantu memfasilitasi proses Perjanjian Kerjasama antara Universitas Hamzanwadi dengan Dikes Lotim, terkait rencana pelibatan Mahasiswa Fakultas Kesehatan Hamzanwadi dalam program pengembangan Posyandu Keluarga di wilayah tersebut. Hal ini dirasa perlu mengingat sebelumnya Dinas Kesehatan Provinsi NTB dan Universitas Hamzanwadi juga telah menggelar proses yang sama beberapa waktu lalu di Mataram.

Hal ketiga yang disampaikan Dayu Kartini di hadapan Sekdis dan jajarannya adalah menyerahkan piagam penghargaan bagi puskesmas yang telah menjadikan posyandu di wilayah kerjanya menjadi 100 persen Posyandu Keluarga, yakni Puskesmas Aik Mel, Lombok Timur.

Setelah selesai melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Lombok Timur, kemudian Tim Promkes Provinsi bersama Promkes Lotim melakukan koordinasi lanjutan. Tim bergerak menuju ke kediaman Dekan Fakultas Kesehatan Universitas Hamzanwadi DR. Hartini Haritani, M.Pd yang berlokasi di seputaran wilayah Selong. Di sana, tim disambut hangat oleh ibu Hartini (sapaan akrab Dekan) yang merupakan salah satu tokoh penting dalam terwujudnya kerjasama antara Dinas Kesehatan dengan Universitas Hamzanwadi untuk program pengembangan Posyandu Keluarga di wilayah Lombok Timur.

Dalam pertemuan tersebut dibahas mengenai beberapa langkah dan strategi yang akan dilaksanakan ke depan oleh Universitas Hamzanwadi dalam mendukung percepatan pengembangan Program Posyandu Keluarga untuk Wilayah Kabupaten Lombok Timur, tentunya menyasar kecamatan atau desa dengan predikat Zona Merah Posyandu Keluarganya.

Selain itu, pada kesempatan tersebut ia juga menjelaskan, kedepannya beberapa rancangan maupun strategi pendekatan akan ditempuh terkait pengembangan program-program pengentasan permasalah kesehatan lainnya, tentu dengan melibatkan mahasiswa Universitas Hamzanwadi, yang mana dimasukan dalam bagian dari kurikulum yang harus ditempuh mahasiswa dengan beban SKS yang cukup tinggi, yakni 60 SKS. Luar biasa bukan?

Mendengar hal itu, mewakili Dinas Kesehatan Provinsi NTB, apresiasi yang cukup tinggi disampaikan Ida Ayu Kartini Tiyasa atas rencana tersebut, dan tak lupa diakhir pertemuan itu ia berharap koordinasi lebih lanjut akan terus berjalan dan ditingkatkan antara Dinas Kesehatan Lombok Timur dengan Universitas Hamzanwadi, sehingga program pengembangan Posyandu Keluarga di wilayah Lombok Timur, selaras dengan komitmen Bupati dan tentunya harapan besar Pemerintah Provinsi NTB, dapat terkawal dengan baik.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.