Website Resmi Dinas Kesehatan Provinsi NTB

Dinas Kesehatan Mengajak Seluruh Karyawannya Dukung Program Zero Waste

Salah satu Program unggulan Pemerintah Provinsi NTB adalah NTB zero waste 2023. Program ini telah di canangkan pada pertengahan Desember 2018. Kehidupan di masyarakat dengan barang-barang yang sekali pakai shg tdk dpt dihindari dari menumpuknya volume sampah yg dpt menyebabkan lingkungan tdk sehat. Marketing dan pasar pun mendorong bahwa manusia perlu terus-menerus membutuhkan banyak barang untuk kebutuhannya se hari-hari dan tanpa kita sadari, tempat pembuangan sampah mulai meluap, sungai, laut dan lingkungan kita jadi tercemar. Tumpukan sampah di TPA (Tempat Pemrosesan Akhir ) terlihat begitu banyak dan faktanya sebagian sampah-sampah tersebut adalah sampah plastik dan sampah lainnya yang tidak mudah terurai dan membutuhkan waktu puluhan bahkan ratusan tahun untuk mengurainya.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Jenna R. Jambeck dari University of Georgia, pada tahun 2010 ada 275 juta ton sampah plastik yang dihasilkan di seluruh dunia. Sekitar 4,8-12,7 juta ton diantaranya terbuang dan mencemari laut.

Indonesia konon sebagai penyumbang sampah pelastik ke 2 di dunia setelah Cina, dengan populasi pesisir sebesar 187,2 juta yang setiap tahunnya menghasilkan 3,22 juta ton sampah plastik yang tak terkelola dengan baik. Sekitar 0,48-1,29 juta ton dari sampah plastik tersebut diduga mencemari lautan.

Dari data yang ada pada tahun 2028 jumlah sampah di NTB mencapai 3.388.76 ton/hari, yang terangkut ke TPA 641.92 ton/hari, di daur ulang 52.21 ton/hari, sedangkan yang tidak terkelola 2.695.63 ton/hari (80%) Kita telah mencapai titik di mana gerakan “zero waste” benar-benar diperlukan untuk menjaga masa depan ekosistem kita.

Saat orang pertama kali mendengar kata ‘zero waste’, reaksi yang paling sering terdengar adalah “mana mungkin, omong kosong… nggak akan bisa hidup tanpa menghasilkan sampah”. Dan memang benar, di masyarakat kita tidak mudah untuk tidak menghasilkan sampah karena hampir semua aktifitas kita dalam keseharian menghasilkan sampah, tidak mudah menemukan makanan tanpa plastik di supermarket walaupun itu sayur dan buah. Kita semua adalah bagian dari aliran limbah ekonomi. Banyak miskonsepsi yang terjadi mengenai zero waste lifestyle yang membuat orang yang mendengar kata itu bertanya-tanya dan bahkan berubah menjadi pesimis.

Zero waste adalah filosofi yang dijadikan sebagai gaya hidup demi mendorong siklus hidup sumber daya sehingga produk-produk bisa digunakan kembali, menempatkan sampah bukan sebagai musibah tapi sampah adalah sumber daya. Zero waste juga soal menjauhi single use plastic atau plastik yang hanya digunakan sekali. Tujuannya adalah agar sampah tidak dikirim ke TPA (Tempat Pemrosesan Akhir ). Jadi zerowaste itu tidak hanya mengenai recycle atau mendaur ulang. Ini miskonsepsi yang umumnya terjadi. Padahal sebenarnya zero waste itu dimulai dari Refuse (menolak), Reduce (mengurangi), and Reuse (menggunakan kembali). saat benar-benar sudah tidak memungkinkan untuk 3 hal tadi, baru dilakukan Recycle (daur ulang) dan Rot (membusukkan/komposting).

Intinya zero waste menantang kita semua untuk mengevaluasi gaya hidup kita dan melihat bagaimana sesuatu yang kita konsumsi bisa berdampak negatif terhadap lingkungan. Kenyamanan yang berbentuk produk murah, material yang tidak bisa didaur ulang merusak kesehatan planet kita dan berkembangnya manusia dan spesies hewan di seluruh dunia. mari kita gunakan sumber daya alam secara bijaksana.

Tidak ada kata sempurna dari zero waste lifestlye dan ketidaksempurnaan ini jangan dijadikan alasan untuk tidak memulainya. Jangan juga saling menyalahkan satu sama lain saat mereka mengklaim bergaya hidup zero waste tapi masih menggunakan plastik, mungkin mereka sedang mencoba. Zero waste bukanlah tujuan, tapi proses. Dan mari kita bersama-sama menjalani proses ini.

Pada akhirnya, gaya hidup zero waste dimulai dengan keinginan untuk mengubah kebiasaan konsumsi dan berinvestasi di masyarakat demi masa depan bumi dan anak cucu kita. Merubah mindset (pola fikir/cara pandang) seseorang/masyarakat memang tidaklah segampang membalik telapak tangan, namun bukan berarti tidak, mungkin ini semua perlu proses, perlu waktu, kerja keras, perlu ke seriusan, perlu kerja sama dari semua elemen masyarakat. mewujudkan NTB bebas sampah (zero waste) harus di mulai dari diri sendiri dari sekarang dan dari lingkungan terkecil, yakni memilah sampah dari rumah tangga. betapa pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan memilah sampah untuk diolah agar kita terbebas dari bencana dan penyakit.

Akhir kata saya mengajak segenap Aparatur Sipil Negara ( ASN ) dan elemen masyarakat di Nusa Tenggara Barat “MARI KITA DUKUNG DAN SUKSESKAN NTB ZERO WASTE 2023” 👌pasti bisa

Wasalam
I Made Parnaya
Duta Zero Waste
Dinas Kesehatan Provinsi NTB

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.