Dinkes NTB Kawal Puncak Peringatan Hari Malaria Sedunia

Hari Malaria Sedunia ditetapkan oleh organisasi kesehatan dunia (WHO) sejak tahun 2007 dan diperingati setiap tanggal 25 April.  Puncak peringatan Hari Malaria Sedunia di Indonesia tahun ini diperingati di Mandalika Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat pada tanggal 31 Mei 2022, dan dilakukan secara hybrid kombinasi luring (off-line) dan daring (on-line).

Pada peringatan Hari Malaria Sedunia 2022, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengusung tema “Memanfaatkan Inovasi untuk Mengurangi Beban Penyakit Malaria dan Menyelamatkan Nyawa.”  Peringatan ini dibuat untuk menyerukan pentingnya pendekatan, pengendalian, diagnostik, serta distribusi obat yang baik untuk melawan malaria di seluruh dunia.

Puncak peringatan HMS ini dihadiri oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Maxi Rein Rondonuwu, D.H.S. M. MARS bersama Wakil Gubernur NTB DR. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, MPd.

Salah satu acara pada kegiatan ini adalah penyerahan sertifikat eliminasi malaria kepada 33 Kabupaten/Kota yang telah memenuhi persyaratan eliminasi malaria. dan Provinsi NTB merupakan salah satu provinsi yang menerima sertifikat eliminasi pada 3 kabupaten yaitu Kabupaten Lombok Timur, Bima dan Dompu.  Selain penyerahan sertifikat eliminasi malaria, pada puncak perayaan HMS ini juga dilakukan penyerahan sertifikat eliminasi frambusia kepada 47 Kabupaten/Kota, serta penandatanganan dan pembacaan komitmen menuju Provinsi NTB bebas malaria tahun 2025 oleh Wakil Gubernur bersama seluruh Kabupaten/Kota di NTB.

Seperti kita ketahui bahwa lebih dari 200 juta orang terjangkit malaria setiap tahun. Parasit penyebab malaria adalah Plasmodium. Manusia dapat terjangkit malaria melalui gigitan nyamuk Anopheles yang membawa parasit ini.

Malaria adalah salah satu penyakit yang sampai saat ini masih banyak masyarakat di seluruh dunia yang terkena penyakit malaria. Malaria adalah penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan di beberapa wilayah di Indonesia, utamanya ada di kawasan Indonesia bagian timur.  

Penyakit malaria yang masih menyebabkan korban jiwa menjadi perhatian khusus dalam peringatan Hari Malaria Sedunia.  Meskupun secara global, angka kasus malaria menurun selama 2000-2015, namun penyakit malaria maasih menjadi perhatian dunia. Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan RI memiliki target bebas malaria pada tahun 2030.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *