Dukung Zero Waste Dinas Kesehatan Provinsi NTB Mulai Mengolah Sampah Mandiri

Kepala Dinas Provinsi NTB dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A, MPH mencanangkan Program Pengolahan Sampah di lingkup Dinas Kesehatan guna mendukung Program Zero Waste, Dinas Kesehatan Provinsi NTB memberikan pembekalan kepada Petugas Kebersihan di Lingkup Dinas Kesehatan, Kamis, (26/09/19) tentang pengolahan sampah menjadi barang-barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomis. Hal ini juga berkenaan dengan peringatan Hari Kesehatan Lingkunan Sedunia yang jatuh pada tanggal 29 September 2019.

Sampah merupakan masalah sosial yang hingga saat ini belum tertangani dengan maksimal, kurangnya informasi serta lemahnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengolahan sampah menjadi masalah utama dalam pengolahan samapah di Prov NTB. Melalui Program Zero Waste yang di canangkan Gubernur NTB dr. Zulkieflimansyah pemerintah berupaya mengedukasi masyarakat tentang pentingnya penanganan sampah terutama sampah plastik yang di mulai dari seluruh instansi pemerintah di Provinsi NTB dan menjadi program wajib yang harus di laksanakan.

Kendati demikian, penerapan Zero Waste bukanlah perkara mudah, meski manjadi salah satu program unggulan yang menjadi prioritas pemerintah daerah namun dalam prakteknya masih saja ditemukan pelanggaran

Maka untuk mengoptimalkan program Zero Waste Dinas Kesehatan menginisiasi Program Pengolahan Sampah Secara Mandiri. Dengan mendatangkan Narasumber dari Bank Sampah  Bapak Pizul Bayani dan Jumiatin (pasangan Suami-Istri Aktifis Lingkungan) guna memberikan edukasi kepada Petugas Kebersihan di Dinas Kesehatan Provinsi NTB tentang pengolahan sampah menjadi barang-barang yang bermanfaat.

Dalam pertemuan yang singkat tersebut, Pak Bayani yang merupakan aktifis lingkungan di Desa Kekait Gunung Sari memberikan pembelajaran bagimana mengolah sampah baik organik atau non organik menjadi barang-barang yang bermanfaat, seperti pupuk kompos dan barang-barang kerajinan yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Sebagai contoh beliau memperlihatkan hasil kerajinan tika dari bungkus susu bekas yang bernilai 1.5 Juta Rupiah, atau Bangunan dan Gapura yang di buat dari susunan botol plastik. Dan masih banyak lagi ragam kerajinan yang dapat di hasil kan dari bahan-bahan plastik seperti dompet, tas hingga gantungan kunci.

Hasil Kerajinan Dan Pupuk Kompos dari Sampah

Pak Bayani menyampaikan bahwa sampah harus di olah dengan bijak, pemusnahan sampah dengan pembakaran cukup berresiko. Dapat menyebabkan polusi dan mengganggu kesehatan. Asap dari pembakaran sampah 70 kali lebih berbahaya dari asap rokok. Ungkapnya.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Visit Us On TwitterVisit Us On Facebook