Website Resmi Dinas Kesehatan Provinsi NTB

Penguatan Industrialisasi, Wujudkan Percepatan Penanganan Masalah Gizi di NTB Melalui ”Mie JENIuS” (Mie Jagung Enak Nutrisi Instans untuk Stunting)

Muhammad Johansyah 1), Satrijo Saloko 2), Lina Nurbaiti 3), Made Darawati 4), Hendra Kusuma 5),

Permasalahan kelaparan dan kemiskinan menjadi ironi di Indonesia yang masih belum terselesaikan. Masalah ini berimbas kepada kekurangan pangan dan gizi masyarakat. Menurut data Kementerian Kesehatan Indonesia (2018) menunjukkan bahwa 1 dari 3 balita Indonesia mengalami stunting. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai negara dengan prevalensi stunting, wasting dan under weight urutan ke-5 di dunia. Balita yang mengalami stunting memiliki dampak yang permanen jika tidak segera diantisipasi sedini mungkin. Dampak dari stunting ini berakibat pada gangguan pertumbuhan, perkembangan otak, kemampuan kognitif kurang yang menyebabkan pendidikan rendah serta risiko tinggi mengalami penyakit kronis tidak menular seperti diabetes, jantung, stroke dan hipertensi.

Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan salah satu provinsi dengan kasus stunting dan gizi buruk tertinggi di Indonesia. Prevalensi angka stunting NTB mencapai 37,20% (Dikes NTB, 2017). Situasi bertambah pada saat pasca bencana alam berupa gempa bumi tahun lalu yang menyebabkan bertambah banyaknya anak-anak terdampak bencana yang kekurangan gizi ketika di pengungsian.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur, Dr. Hj. Siti Rohmi Djalilah memilih program industrialisasi untuk percepatan pembangunan NTB, salah satunya Industri Pangan, keterlibatan IKM NTB dalam menyiapkan jejaring Pengaman Sosial (JPS) ‘’Gemilang’’ mengurangi dampak COVID 19, memperkuat pangan tingkat rumah tangga, sehingga menunjang asupan seluruh anggota keluarga terutama anak-anak balita dan ibu hamil, hal ini sejalan yang di lakukan Dinas Kesehatan Provinsi NTB bersama Universitas Mataram, Politeknik Kesehatan Mataram dan IKM di Lombok Timur.

Untuk menjawab tantangan tersebut, tim peneliti membentuk konsorsium pengembangan teknologi produksi mie jagung terfortifikasi sebagai pangan alternative yang bergizi tinggi dan  sehat bagi penderita Gizi Buruk dan Stunting, ibu hamil, menyusui, remaja usia subur serta pengungsi terdampak bencana alam. Pengembangan teknologi ini diharapkan dapat memproduksi mie jagung instan secara kontinyu sebagai pangan alternatif bergizi tinggi agar dapat didistribusikan secara massive. Mie JENIuS merupakan program inovatif dan karya nyata dari NTB.

UD Kaya Rasa, sebagai industri daerah bergerak di bidang pengolahan makanan yang berlokasi di Dusun Panaka Desa Masbagik Timur Kec. Masbagik Kab. Lombok Timur, akan menjadi pilot project dalam pengembangan teknologi produksi mie jagung dan produk tersebut akan didistribusikan melalui kerjasama dengan Dinas Kesehatan dan BNPB Nusa Tenggara Barat. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan nilai tambah komoditas jagung, mengembangkan pangan olahan berbasis komoditas unggulan lokal, dan kerjasama dengan Dinas Kesehatan NTB diharapkan dapat membantu memperbaiki gizi untuk kasus stunting nasional.

Pada uji intervensi mie jagung pada penderita stunting di wilayah Lombok Barat, menggunakan metode uji intervensi gizi spesifik. Intervensi Gizi spesifik merupakan upaya untuk mencegah dan mengurangi masalah gizi (stunting) langsung. Penelitian ini menggunakan Quasy experiment pre test-post test design, Kegiatan dalam penelitian ini dilaksanakan oleh peneliti bersama teknis kesehatan dilapangan dimulai dari Puskesmas, Dinas Kesehatan Kabupaten dan Dinas Kesehatan Provinsi NTB. Intervensi langsung kesasaran secara teknis dilaksanakan oleh Peneliti, Petugas Gizi dan di bantu oleh kader desa Lokus intervensi, kegiatan yang dilakukan antara lain Pemberian PMT (Mie JENIuS) ke pada Kelompok sasaran Ibu Hamil dan Balita di Posyandu sebagai kelompok control dan kepada kelompok sasaran intervensi pada kelompok sasaran ibu hamil KEK dan Balita Kurus dengan Stunting, pendampingan dan recall 2 x 24 Jam makan, konsumsi keluarga sasaran ibu hamil dan balita. Sasaran secara umum pada kelompok 1000 HPK.

Hasil yang didapat pada penilitian ini bahwa dengan pemberian pangan lokal yang merupakan Pengembangan Teknologi Produksi Mie Jagung Terfortifikasi sebagai Pangan Alternatif Bergizi Tinggi untuk Penderita Gizi Buruk  memiliki daya terima yang baik dari anak balita dan ibu hamil, terbukti seluruh sasaran intervensi menyukai dan menghabisan Mie Jagung yang diberikan, hal utama yang mengembirakan dengan Pemberian Mie Jagung Terfortifikasi sebagai Panagan Alternatif  Bergizi Tinggi dapat mepeningkatan berat badan yang signifikan pada rata-rata balita bermasalah gizi dan ibu hamil KEK di lokus intervensi. Kedepannya diharpkan Mie JENIuS dapat dikembangkan lebih baik dan dapat di aflikasikan pada jangkauan sasaran yang lebih besar sibagai upaya peningkatan setatus gizi balita dan ibu hamil, khususnya diseluruh layanan Posyandu Keluarga guna mempercepat penanganan dan pencegahan Stunting di NTB.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.