Kadinkes dalam Rapat Evaluasi Stunting : Penurunan Stunting NTB Tidak Serta Merta Tanpa Ikhtiar

Kepala Dinas Kesehatan, Dr. dr. H. L. Hamzi Fikri, MM., MARS, menyampaikan progres penurunan stunting NTB dalam Rapat Evaluasi Percepatan Penurunan Stunting Melalui SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik) di Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, Kamis (6/6/2024)

Menurut Dr. Fikri, penurunan stunting NTB dengan progresif paling tinggi se-Indonesia yakni sebesar 8,1 persen didapatkan tidak serta merta tanpa ikhtiar.

Seperti yang tertuang dalam Perpres no.72 tahun 2021 tentang percapatan penurunan stunting, terdapat intervensi sensitif dengan kontribusi 70 persen dan intervensi spesifik 30 persen dalam peprcepatan penurunan stunting.

”Kami di NTB sudah memulai intervensi tersebut sejak 2019, termasuk melalui program posyandu keluarga yang menjadi center of education termasuk perihal pencegahan stunting.”

Ada pula E-PPGBM (Elektronik Pencatatan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) sebagai acuan pengawasan dan intervensi stunting dengan sistem by name by address.

Gerakan gotong royong yang dilakukan NTB untuk intervensi stunting dengan mengedepankan kerja sama dan keterlibatan peran multi sektor.

Aspek data selain aspek gerakan yang dilakukan NTB, aspek STBM dan aspek penggerakan sasaran juga sangat berpengaruh.

“Aspek penggerakan sasaran intervensi stunting memberikan pengaruh hampir 80% dalam percepatan penurunan stunting,” jelas Dr. Fikri.

Rapat yang diselenggarakan Sekretariat Kabinet Republik Indonesia ini dipimpin Asisten Deputi Bidang Pertahanan, Keamanan, Komunikasi dan Informatika Sekretariat Kabinet RI, Edwin J.H. Wuisang. Dr. Najamuddin Amy selaku Kepala Diskominfotik NTB turut hadir dalam rapat tersebut.

Menurut Dr. Najam, dalam RPJMD 2019-2023 ada NTB Satu Data yang menjadi program unggulan, sehingga dukungan forum NTB Satu Data dalam diseminasi data sangat penting.

NTB Satu Data yang memiliki 1.749.285 kunjungan portal per-akhir November 2023 dan Sistem Informasi Posyandu sangat berpengaruh dalam pemutakhiran data stunting NTB.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Biro Umum BPS RI, Agus Gede Hendrayana Hermawan mengatakan data dalam sebuah program memiliki peran yang sangat kuat, termasuk dalam hal ini dalam program percepatan penurunan stunting.

BPS mendukung pelaksanaan SPBE melalui Satu Data. Jika dikaitkan dengan pelaksanaan stunting yang based on data SKI, menurut beliau, dalam memproduksi data tersebut BPS memberikan rekomendasi data statistik. BPS berperan dalam metodologinya.

#RapatEvaluasiStunting #NTBMajuMelaju #NTBSehatdanCerdas #PemprovNTB #DinasKesehatan #DinKesProvNTB #DinkesNTB #SahabatSehat #HumasSehat #SalamSehat