Kadinkes NTB Membuka Secera Resmi Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Public-Private Mix TB Batch I Tingkat Provinsi NTB

Beban TB Indonesia saat ini masih cukup tinggi dan menempati urutan ke -2 setelah India. Estimasi kasus TB di Indonesia mencapai 842.000 kasus termasuk 36.000 kasus TB-HIV dan 23.000 kasus TB-RR/MDR, dari jumlah tersebut baru 446.732 (53%) kasus TB yang dilaporkan, yang belum ditemukan dan laporkan sebanyak 395.268 (47%) kasus. Sedangkan data temuan untuk NTB hingga Oktober 2023 sebanyak 67.770 kasus (67,86%) dari total target 99.869. 

Kondisi tersebut menunjukkan tingginya prevalensi TB dan rendahnya angka temuan kasus di Indonesia. Mengatasi masalah TB di Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah saja, namun perlu juga melibatkan seluruh fasyankes baik pemerintah ataupun swasta agar dapat mempercepat temuan kasus.

Untuk itu pemerintah telah bekerjasama dengan The Global Fund TB  melalui Public-Private Mix (PPM)  yaitu meningkatkan keterlibatan pihak swasta baik fasyankes swasta maupun praktek mandiri dalam penganggulangan TB.

Implementasi Public-Private Mix TB telah dilakukan oleh seluruh provinsi di Indonesia termasuk NTB, dengan membentuk Jejaring Layanan TB pada Fasilitas Kesehatan Pemerintah dan Swasta berbasis Kabupaten/Kota atau District-Bassed Public – Private Mix (DPPM)

Dinas Kesehatan Provinsi NTB bersama The Global Fund terus melakukan evaluasi terhadap implementasi DPPM TB di 10 kabupaten/kota di NTB untuk meningkatkan keterlibatan pihak swasta dalam penanggulangan TB melalui pertemuan Monitoring dan Evaluasi Public-Private-Mix TB Batch I Tingkat Provinsi NTB untuk Pulau Lombok.

Kegiatan yang dilaksanakan sejak 20 s/d 22 November 2023 di Hotel Lombok Raya Mataram  ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Dr. dr. H. L. Hamzi Fikri, MM., MARS.

#ntbmajumelaju #ntbsehatdancerdas #tostb #PPM #DPPM #DinkesProvNTB #DinkesNTB #SahabatSehat #SalamSehat #HumasSehat