Kegiatan Monev Obat dan Alkes Kota/Kabupaten

Melihat sejauh ini pelayanan kefarmasian se-kab/kota Provinsi Nusa Tenggara Barat baik di rumah sakit maupun di apotek, dari hari ke hari sudah mengalami peningkatan yang cukup baik. Di era BPJS yang menuntut setiap unit pelayanan kesehatan khususnya kefarmasian memberikan pelayanan kepada pasien secara maksimal dan sesuai kelasnya. Terutama pelayanan kefarmasian di puskesmas dan apotek yang bekerjasama dengan BPJS (Apotek PRB).

Untuk itu Seksi Farmasi, Makanan Minuman dan Alkes (Farmalkes) Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat mengadakan kegiatan Monev Obat dan Alkes se-kab/kota Provinsi NTB. Dimana setiap kab/kota diambil dua sample baik puskesmas maupun apotek PRB.

Kegiatan ini bertujuan untuk memantau dan mengevaluasi kegiatan pelayanan kefarmasian dari perencanaan, pengadaan, penyimpanan dan distribusi. Ada juga ketersediaan tenaga kefarmasian (apoteker dan TTK), administrasi, kondisi ruang pelayanan obat (apotek), kondisi gudang penyimpanan serta alur pelayanan kerfarmasian dimana disini dilihat alur masuk dan keluarnya obat.  Cara penyimpanan obat dan alkes pada suhu yang sudah ditentukan.  Selain itu dilihat juga 10 penyakit terbesar dan 10 obat terbanyak digunakan di tahun sebelumnya.  

Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, seluruh unit pelayanan kefarmasian yang bekerjasama dengan BPJS baik di puskesmas maupun apotek PRB melakukan kegiatan kefarmasian sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan standar operasional prosedur yang sudah ditetapkan. Hasilnya pasien mendapatkan pengobatan yang maksimal, sehingga 10 penyakit terbesar di wilayah tersebut dapat ditekan.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Visit Us On TwitterVisit Us On Facebook