Website Resmi Dinas Kesehatan Provinsi NTB

Kesiapsiagaann Menghadapi KLB DBD

Memasuki musim penghujan, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di  Indonesia cenderung meningkat. Beberapa faktor yang mempengaruhi meningkatnya kasus DBD diantaranya adalah kepadatan populasi nyamuk Aedes Sp. sebagai vektor penyakit. Hal ini disebabkan karena banyaknya tempat perindukan nyamuk yang biasanya terjadi pada musim hujan dimana timbul banyak genangan air disekitar pemukiman seperti pada ban bekas, botol plastik, talang air, lubang pohon dan lain-lain.

Dalam rangka mengantisipasi terjadinya peningkatan kasus DBD pada tahun 2021, Kementerian Kesehatan melalui Dirjen P2PTVZ Bersama Dinas Kesehatan Provinsi NTB yang diwakili oleh Kepala Seksi P2P : Dr. Zainul Arifin beserta staff dan Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat  melaksanakan kegiatan Pendampingan Asistensi Penanganan Sistem Kewaspadaan Dini (SKD) Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD di Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat pada hari Rabu, 24 Februari 2021.

Beberapa kegiatan yang dilaksanakan antara lain supervisi di RSUD Patut Patuh Patju untuk melihat dan mengevaluasi tatalaksana Kasus DBD di Rumah Sakit, pemicuan kemandirian pengendalian DBD kepada masyarakat di wilayah Puskesmas Gerung serta dilaksanakan survei  vektor binatang penular virus DBD melalui identifikasi tempat perindukan nyamuk, pengambilan sampel larva untuk diidentifikasi spesies larva guna mengetahui jenis nyamuk yang bekembangbiak dilokasi tersebut.

Dalam pendampingan tersebut diberikan beberapa rekomendasi untuk peningkatan kewaspadaan kasus DBD yaitu:

  1. Meningkatkan upaya pemberdayaan masyarakat dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus secara rutin dilakukan seminggu sekali
  2. Meningkatkan promosi Kesehatan tentang Demam Berdarah Dengue dan upaya pencegahannya
  3. Surveilans faktor risiko terjadinya Demam Berdarah Dengue melalui kegiatan pemantauan jentik secara berkala
  4. Menguatkan surveilans kasus melalui Penyelidikan Epidemiologi
  5. Pengendalian vektor secara terpadu (Integreted Vector Management) yaitu upaya pengendalian dengan melakukan kombinasi berupa PSN, pelepasan ikan pemakan jentik, Larvasida dan manajemen lingkungan

Dengan melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta melaksanakan PSN secara rutin potensi terjadinya kasus DBD bisa ditekan (Asti.P2P)



Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.