Website Resmi Dinas Kesehatan Provinsi NTB

Koordinasi Penguatan Sistem Rujukan dan Akses Pembiayaan Pengobatan Pasien TBC Tingkat Provinsi NTB

TBC masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang menjadi tantangan global dan nasional. Berdasarkan WHO Global TB Report 2018, estimasi kasus TB RO di Indonesia sekitar 2,4% dari seluruh kasus baru TB dan sekitar 13% dari kasus TB pengobatan ulang.  Berdasarkan data tahun 2020, dari sebanyak 7.954 pasien terkonfirmasi Resistan Rifampisin namun hanya sebanyak 4.424 pasien yang memulai pengobatan atau sekitar 56%. Angka keberhasilan pengobatan dari kohort pasien TB RO tahun 2018 yaitu sebesar 46% dan sebesar 10% pasien lost to follow up pada tahun 2020.

Temuan Pasien TBC RO Nusa Tenggara Barat tahun 2021 sejumlah 39 Orang dengan dan hanya 76.9% yang melakukan enrollment atau inisiasi pengobatan. Hal ini tidak terlepas dari jumlah layanan yang tidak tersedia merata diseluruh wilayah di Nusa Tenggara Barat, selain itu juga Payment Assurance, yaitu jaminan pembiayaan yang dinilai pasien banyak tidak diketahui oleh layanan.

Pertemuan ini bertujuan untuk koordinasi penguatan sistem rujukan dan akses pembiayaan pengobatan pasien TBC Resisten Obat, mengindetifikasi permasalahan yang dihadapi oleh layanan TBC RO dan menyusun pemecahan masalah. Peserta pertemuan adalah Pengelola Program TBC, Tim Ahli Klinis RSU Layanan TBC RO, Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan dan Seksi Data Informasi dan Litbangkes Dinas Kesehatan Provinsi NTB. Adapun narasumber pertemuan adalah Kepala BPJS Cabang Mataram. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 18 Januari 2022 bertempat di Hotel Aston Inn Mataram.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB mengapresiasi pertemuan ini dan mengharapkan adanya kerjasama yang baik antara BPJS sebagai penjamin pelayanan Kesehatan dan rumah sakit pelayanan TBC RO sehingga pasien TBC RO mendapat pelayanan yang bermutu. Selain itu dukungan dari Global Fund Komponen TBC betul-betul sangat diharapkan kontinuitasnya. Kepala BPJS Cabang Mataram dalam paparannya menyampaikan bahwa seluruh pasien TBC RO yang telah masuk dalam kepesertaan BPJS akan mendapat pelayanan kesehatan sesuai dengan kelas perawatannya. Dari hasil diskusi dengan para peserta diperoleh beberapa masukan yang nantinya akan diteruskan ke pimpinan BPJS di Jakarta.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.