Kunjungan Peserta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Provinsi Kalimantan Barat ke Dinkes NTB

Dinas Kesehatan Provinsi NTB, menerima Kunjungan Lapangan Peserta Pelatihan  Kepemimpinan Pengawas (PKP) Provinsi Kalimantan Barat, di Aula Bhakti Husada. Senin (13/5/2024).

Kunjungan Peserta Studi Lapangan (STULA) PKP Provinsi Kalimantan Barat  disambut baik oleh Kadinkes Dr. dr. H. L. Hamzi Fikri, MM., MARS.,  yang didampingi seluruh Kepala Bidang di Lingkup Dinas Kesehatan Provinsi NTB.

Dr. Fikri, sapaan Kadinkes Prov NTB, menyampaikan program-program inovasi Provinsi NTB di Bidang Kesehatan yang memberikan hasil cukup menggembirakan dalam menuntaskan berbagai masalah Kesehatan di NTB.

Dr. Fikri menyampaikan bahwa penurunan angka stunting NTB yang cukup siginifikan berdasarkan hasil SKI 2023 yaitu sebesar 8,1 point dibanding SSGI tahun 2022 merupakan kerja kolaboratif semua pihak dengan dukungan penuh dari Pemprov NTB. Walaupun angka stunting masih berada di zona kuning, namun angka ini sudah membuat NTB keluar dari 12 Provinsi dengan angka Stunting yang tertinggi berdasarkan SSGI tahun 2021 dan 2022.

Angka Stunting berdasarklan SKI ini merupakan data yang dipakai oleh pemprov NTB untuk menyusun kebijakan dalam mencapai angka stunting 5% di tahun 2045.

Berbagai inovasi yang telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan dalam menurunkan angka stunting yaitu  Peningkatan Kualitas Posyandu Keluarga Penguatan, Pemenuhan Kader Posyandu sesuai standar, pemenuhan alat antropometri sesuai KMK 1919 Tahun 2022, Peningkatan Pemberdayaan Posyandu Keluarga melalui Peran PKK, Pokjanal dan Lintas Sektor, Pembuatan Regulasi dalam rangka penurunan angka Stunting, Penguatan Surveilans Gizi, Penguatan Pencatatan-Pelaporan melalui e-PPGBM (Elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat), Pemantauan Pertumbuhan secara rutin (0-12 bulan Rutin, 1-3 tahun 3x setahun, serta 4-5 tahun 2x setahun), analisa situasi wilayah, Identifikasi Penyebab Masalah, Intervensi Tepat Sasaran (Orang, Tempat dan Waktu) dan Gerakan Bakti Stunting yang secara Masif dilakukan oleh Pemprov NTB yang dikawal oleh Wakil Gubernur dilanjutkan dengan penggerakan dan pendampingan Balita Stunting dan Ibu Hamil KEK di semua Desa.

Inovasi Penguatan Kelembagaan Posyandu melalui Revitalisasi Posyandu menjadi upaya mengoptimalkan fungsi posyandu sebagai Posyandu keluarga yang berfungsi menjadi pusat edukasi dan deteksi dini berbagai persoalan kesehatan dan sosial berbasis dusun menuju ketahanan keluarga. Perubahan secara kelembagaan secara signifikin dari 1050 posyandu keluarga di tahun 2019, pada April 2024  sejumlah 7.779 Posyandu telah bertransformasi menjadi Posyandu Keluarga.

Posyandu keluarga secara terpadu dilakukan dengan menerapkan metode pendekatan siklus hidup, yakni pelayanan kesehatan ibu dan anak, usia produktif dan usia lanjut, kelompok rentan untuk penyakit menular dan penyakit tidak menular. Posyandu Keluarga sebagai center of education dengan pendekatan keluarga menjadi media yang efektif untuk melakukan screening penyakit menular dan tidak menular di tingkat Posyandu.

Pencapaian 5 Pilar STBM di seluruh Kabupaten/Kota se-NTB juga merupakan prestasi yang sangat membanggakan. Pencapaian penurunan angka stunting serta kasus kematian ibu dan bayi tidak lepas dari kontribusi susksesnya 5 Pilar STBM di NTB.

#NTBMajuMelaju #NTBSehatdanCerdas #PemprovNTB #DinasKesehatan #DinKesProvNTB #DinkesNTB #SahabatSehat #HumasSehat #SalamSehat