Website Resmi Dinas Kesehatan Provinsi NTB

Lawan Covid, NTB Siapkan 3000 Vaksinator

Dinas Kesehatan dan Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi NTB berkolaborasi menyelenggarakan  Workshop Tatalaksana Vaksinasi Covid-19 bagi Perawat Pustu dan Bidan Desa pada Senin, 10 Mei 2021, sebagai bagian dari penyiapan 3000 vaksinator Covid-19 untuk menuntaskan vaksinasi Covid-19 di NTB.

Workshop yang berlangsung selama 1 hari tersebut diikuti sebanyak 1000 perawat Pustu dan Bidan Desa se-NTB secara online dan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr. Lalu Hamzi Fikri, MM, MARS.

Dalam laporannya, Kepala Bapelkes Provinsi NTB, H. Ali Wardana, SKM, M.Si. menguraikan roadmap pelatihan vaksinator covid yang sudah dilaksanakan oleh Bapelkes NTB sejak Januari 2021. Pada tahap pertama sudah terlatih 400 orang, tahap kedua sekitar 800 orang tenaga kesehatan yang sudah dilatih dan pada tahap ketiga akan dilatih 1.800 orang, sehingga pada akhir Mei 2021 akan tersedia 3000 orang vaksinator di NTB. Sampai menjelang lebaran Idul Fitri akan terlatih 2.700 orang, dan 300 orang lagi akan dilatih pasca lebaran.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr. Lalu Hamzi Fikri, MM, MARS, dalam  sambutannya mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap perkembangan Covid-19 di NTB. Sampai 10 Mei 2021 tercatat 12.706 orang penderita Covid-19, dengan rincian : 11.061 sembuh, 1.062 dirawat dan 583 meninggal.  Kepala Dinas menekankan pentingnya kewaspadaan, jangan sampai lalai. “Kita semakin longgar, sementara varian virus baru sudah masuk di Indonesia”. Penerapan 5 M merupakan strategi yang sangat tepat saat ini.

Selanjutnya dr. Hamzi Fikri menjelaskan pentingnya peran vaksinator dalam mensukseskan vaksinasi covid-19 di NTB. Sampai saat ini, progres atau cakupan vaksinasi covid-19 di NTB dinilai cukup baik. Diharapkan materi pembelajaran yang diberikan dapat memberikan bekal ter-update sehingga peserta yang meskipun sudah mempunyai keahlian memberikan vaksin, sudah makin percaya diri dalam melaksanakan tugas sebagai vaksinator Covid-19.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.