Website Resmi Dinas Kesehatan Provinsi NTB

Monev Terpadu Gangguan Indera dan Fungsional Upaya Maksimalkan Pelayanan Kesehatan Mata

Dalam rangka monitoring dan evaluasi  terpadu untuk mengetahui progress capaian Bulan Gerakan Deteksi Dini PTM di daerah, Subdit Gangguan Indera dan Penglihatan (GIF) Direktorat P2PTM Kementerian Kesehatan RI melakukan kunjungan ke Provinsi NTB.

Monitoring dan evaluasi oleh programer seksi P2PTM, Keswa dan NAPZA, Bidang P2P Dinas Kesehatan Provinsi NTB bersama Narasumber dari Subdit Gangguan Indera dan Penglihatan (GIF), Direktorat P2PTM Kementerian Kesehatan RI dilaksanakan hari Selasa, 14 Juni 2022 secara virtual melibatkan Lintas Sektor/Lintas program terkait di provinsi dan kabupaten/kota serta masing 5 Puskesmas terpilih yang sudah dan belum mengembangkan Vision Center (VC) dan Perdami NTB.

Kegiatan ini diselenggarakan sekaligus dengan pertemuan uji coba Pedoman Layanan Kesehatan Mata terintegrasi di beberapa provinsi terpilih (NTB salah satunya)  serta bimbingan teknis terpadu secara virtual yang  melibatkan Dinas Kesehatan Kab/Kota, lintas program, lintas sektor dan organisasi profesi.

Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual di Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara, dan dilanjutkan kunjungan ke Puskesmas Kayangan yang menjadi puskesmas terpilih untuk pengembangan Vision Center di Lombok Utara.   Diharapkan puskesmas Kayangan dapat menjalankan fungsi Vision Center secara maksimal dengan 3 wilayah Puskesmas lainnya yang jarak tempuh ke fasilitas kesehatan mata di RS Lombok Utara lebih jauh yaitu wilayah kerja Puskesmas Santong, Bayan dan Senaru.

Kabupaten Lombok Utara sebagai salah satu tempat pengembangan Vision Center memiliki 1 orang dokter spesialis mata dan 1 orang tenaga Refraksionis Optisien (RO).  Dengan adanya Vision Center  yang terintegrasi dan fokus pada program kesehatan indera utamanya gangguan penglihatan dan kebutaan, serta adanya tenaga yang kompeten di bidangnya ini diharapkan dapat memaksimalkan program P2PTM khususnya terkait Pelayanan Kesehatan Mata di Wilayah Kabupaten Lombok Utara.

Integrasi, Kolaborasi & Sinergi yang berjalan diharapkan dapat mendeteksi dini gangguan penglihatan dan penatalaksanaan dengan tepat.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.