Website Resmi Dinas Kesehatan Provinsi NTB

Monitoring dan Evaluasi Upaya Tingkatkan Mutu Layanan Pemeriksaan TCM Fasyankes di Provinsi NTB

Pemeriksaan laboratorium dengan Tes Cepat Molekuler (TCM)  merupakan terobosan dalam percepatan penanggulangan TBC dengan mempermudah akses dan mempercepat diagnosis sehingga pasien khususnya terduga TBC, TBC RO, TBC HIV, TBC pada anak dan masyarakat rentan lainnya dapat memperoleh pengobatan sedini mungkin.

Sampai dengan bulan Juni 2022 telah terdistribusi sebanyak 34 buah alat TCM yang ditempatkan di 12 Rumah Sakit Provinsi dan kabupaten/kota dan 21 puskesmas yang tersebar di 10 kabupaten/kota se-Provinsi NTB.

Untuk meningkatkan mutu layanan TCM di fasilitas pelayanan kesehatan maka diperlukan kegiatan monitoring dan evaluasi pemeriksaan TCM dan Sistem Transportasi Spesimen Tingkat Provinsi NTB yang dilaksanakan selam 3 hari mulai tanggal 11 – 13 Juli di Lombok Plaza Hotel Mataram.

Kegiatan yang bertujuan untuk mengevaluasi capaian pemeriksaan TCM di fasyankes dan sistem transport specimen TBC, diikuti oleh 45 orang peserta yang terdiri dari pengelola program TBC kabuoaten/kota, penanggungjawab laboratorium fasyankes TCM serta lintas program terkait, dan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM.MARS.,

Dalam sambutanya kepala dinas mengingatkan mengingatkan bahwa Tuberkulosis merupakan masalah kesehatan masyarakat  yang masih menjadi perhatian dunia, dalam masa pandemi Covid-19 ini pelaksanaan penanggulangan TBC harus tetap dilakukan. Diperkirakan sebanyak 17.715 kasus TBC yang ada di Provinsi NTB, namun sampai dengan bulan Juni 2022 kasus TBC yang ditemukan dan diobati baru mencapai 3.197 atau sekitar 18 % (target penemuan dan pengobatan kasus TBC sebesar 85 %). Penemuan kasus TBC yang rendah membutuhkan keterlibatan dan peran aktif seluruh lapisan masyarakat, salah satunya dengan mengoptimalkan kegiatan Posyandu Keluarga. Laboratorium TBC merupakan komponen utama dalam pengendalian TBC karena dapat menentukan diagnosis dan hasil akhir pengobatan TBC. Diharapkan pertemuan ini dapat memberikan masukan dan upaya dalam meningkatkan pemanfaatan alat TCM dan sistem transport specimen TBC.

Pada kesempatan ini juga Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB berkenan memberikan rewards bagi fasyankes TCM yang memiliki kinerja baik, terbaik pertama diberikan kepada Puskesmas Aikmel (Kabupaten Lombok Timur), Terbaik Kedua kepada  Puskesmas Taliwang (Kabupaten Sumbawa Barat) dan Terbaik Ketiga kepada Puskesmas Mantang (Kabuopaten Lombok Tengah). Kegiatan ini didukung sepenuhnya oleh Global Fund Komponen TBC Provinsi NTB.

#It’s Time The End TBC

#Eliminasi TBC 2030

#TOSS TBC (Temukan Obati Sampai Sembuh TBC)

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.