Monitoring Evaluasi untuk Percepatan Penurunan Stunting, Peningkatan Kapsistas SDM Kesehatan dan Peningkatan Kualitas POSGA

Dalam rangka Percepatan Penurunan Stunting, Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Kesehatan dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Posyandu keluarga, Seksi Gizi dan Promosi Kesehatan Dinkes Provinsi NTB melakukan monitoring dan evaluasi (monev) di Pulau Lombok dan Sumbawa. Kegiatan monev yang diselenggarakan sejak 12 September ini akan dilaksanakan hingga 16 September mendatang.

Di Pulau Lombok, monev hari pertama (12/9) dilakukan di Kabupaten Lombok Timur. Tim monev Seksi Gizi Promkes pertama-tama berkoordinasi ke Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur untuk menyampaikan draft kegiatan yang dapat diadvokasi oleh Puskesmas ke Desa, penyampaian sasaran, serta implementasi GERMAS, program stunting, dan posyandu. Kemudian tim monev melanjutkan perjalanan ke Desa Tanak Beak untuk memonitoring dan mengevaluasi pelaksanaan posyandu keluarga, serta program-program prioritas Stunting dan GERMAS. Monev hari pertama di Pulau Lombok ditutup dengan kunjungan ke Puskesmas Rensing untuk melakukan validasi data.

Sementara itu, di Pulau Sumbawa, monev di hari pertama dilakukan di Kabupaten Dompu dengan mengunjungi Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu. Tim bertemu dengan kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, Kabid Kesmas, Sub Koordinator Promkes dan Sub Koordinator Gizi. Dalam pengantar kegiatan monev penguatan posyandu aktif melalui rebranding posyandu disampaikan posyandu keluarga yg menjadi program unggulan di NTB harus memiliki citra yg lebih baik dalam nenguatkan layanan dasar kepada masyrakat. Tim seksi gizi dan promkes selanjutnya mengunjungi Kanto Desa Jala untuk melakukan FGD.

FGD dihadiri oleh Tim Pokja Desa Jala yang terdiri dari Kades dan Perangkat Desa, PKK, Kader dan teman-teman Puskesmas RasaBou. Ada beberapa poin kesepakatan dalam FGD tersebut, di antaranya:

  1. Pelaksanaan Posyandu Keluarga sesuai dengan SOP Alur yang diterbitkan Dinkes Provinsi NTB
  2. Membuat dan mengeluarkan kebijakan berwawasan kesehatan berupa Perders/Surat Edaran/Surat Himbauan
  3. Memastikan seluruh sasaran anak balita mendapatkan pemantauan pertumbuhan secara rutin setiap bulan.