ORIENTASI PELATIHAN ONLINE PENGELOLAAN GIZI BURUK TERINTEGRASI (PGBT) BAGI TENAGA KESEHATAN DI 5 KABUPATEN/KOTA SEPULAU LOMBOK PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Kerjasama UNICEF, SOBAT NTB dan DINAS KESEHATAN PROVINSI NTB

Pada tahun 2007, UNICEF, WHO, dan WFP memperkenalkan pendekatan baru untuk mengobati anak gizi buruk yang dikenal sebagai Penanganan Gizi Buruk erintegrasi (PGBT). PGBT memastikan bahwa anak-anak berusia 6-59 bulan yang menderita gizi buruk tanpa komplikasi medis dapat diberikan pengobatan rawatj alan dan anak gizi buruk dengan komplikasi mendapatkan layanan rawat inap sampai kondisinya stabil dan dilanjutkan dengan layanan rawat jalan. Sampai saat ini sudah lebih dari 70 negara di seluruh dunia menerapkan PGBT dengan tujuan memaksimalkan cakupan dan pengobatan gizi buruk yang berhasil.
Beberapa upaya telah dilakukan untuk memperkenalkan PGBT di Indonesia. Pada tahun 2013, WHO merilis Pedoman baru untuk Pengobatan Anak Gizi Buruk. Pedoman Nasional Penanganan Anak Gizi Buruk Kementerian Kesehatan Indonesia kemudian perlu diperbarui sehingga sesuai dengan Pedoman WHO 2013. Pada Oktober 2015 – April 2018, UNICEF bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan Provinsi NTT dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang modelkan PGBT di Kabupaten Kupang. Berdasarkan hasil yang cukup baik dari hasil modeling, dimana mulai tahun 2017, PGBT berhasil mencapai 3 dari 4 standard performance global dengan tingkat kesembuhan>75%, drop out <15% dan kematian<10%. Berdasarkan hasil modeling di kabupaten Kupang maka Kementerian kesehatan telah merevisi pedoman tata laksana penanganan gizi buruk ditahun 2019.
Sejak November 2019 hingga Mei 2020 UNICEF bekerjasama dengan SOBAT NTB dan DINAS Kesehatan Propinsi NTB untuk mengImplementasikan model PGBT yang akan diintegrasikan dalam system layanan kesehatan yang ada untuk anak-anak PGBT di 5 kabupaten/Kota sepulau Lombok Propinsi NTB. Dan telah berjalan hingga saat ini meskipun dalam konteks COVID – 19 dengan mengembangkan strategi mode kerjasama dengan Poltekes Kemenkes Mataram dalam Tele Monitoring dan pendampingan bagi orang tua/pengasuh balita gizi buruk.
Dalam upaya mengnyebarluaskan informasi dan memastikan semua Tenaga Kesehatan yang ada di Propinsi NTB, UNICEF berupaya agar semua Puskesmas di % Kabupaten/Kota Sepulau Lombok yang belum mendapatkan Pelatihan PGBT, telah dilaksanakan Pelatihan ONLINE “Pengelolaaan Gizi Buruk Terintegrasi Bagi Tenaga Kesehatan” dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan kapasitas Tenaga Kesehatan (Nakes) dalam penanganan rawat jalan terhadap anak gizi buruk tanpa komplikasi, sehingga anak-anak dengan gizi buruk menerima perawatan yang tepat, Dinkes kesehatan propinsi NTB melalui Dinas Kesehatan kabupaten terpilih menyediakan layanan penanganan anak gizi buruk terintegrasi, Puskesmas serta jejaringnya merencanakan , melaksanakan , mengkoordinasikan dan memantau penanganan gizi buruk terintegrasi secara efektif, memperkuat system pemantauan Dinkes yang ada untuk mencatat data tentang status gizi dan kinerja program PGBT, meningkatkan mekanisme pengawasan supervise fasilitatif, serta meningkatkan layanan PGBT ke Kabupaten(Puskesmas) lain yang ada di Propinsi NTB secara bertahap.

Kegiatan yang diselenggarakan selama lima hari mulai tanggal 5 sampai dengan 9 Oktober 2020 di Hotel Lombok Astoria tersebut diikuti oleh peserta dari 5 Kabupaten sePulau Lombok.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Visit Us On TwitterVisit Us On Facebook