PEMBINAAN DAN PENGAWASAN BERKALA, PENTING UNTUK CEGAH KECELAKAAN KERJA.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A.,MPH saat memberikan sambutannya membuka kegiatan Orientasi Keselamatan Kerja dan Olahraga Tahun 2020 Angkatan I, di Mataram, 17 Februari 2020. dr. Eka menjelaskan melalui industrialisasi yang belakangan ini mulai berkembang, dengan sendirinya akan tumbuh usaha-usaha baru yang melibatkan banyak tenaga kerja dari masyarakat. Dengan demikian bila ada industri di daerah binaan, maka sudah seharusnya puskesmas setempat terlibat pembinaan dan pengawasan di poliklinik perusahaan tersebut, sehingga bila terjadi kasus kecelakaan kerja, maka petugas kesehatan kerja puskesmas bisa melakukan surveilan dan puskesmas bisa menindak lanjuti. Untuk itu petugas harus mempunyai inisiatif melakukan komunikasi. Kecelakaan yang dimaksud ada dua macam, yakni  kecelakaan murni dan kecelakaan akibat kerja, ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A., MPH saat memberikan materi kepada peserta.

Lebih lanjut Ia mengingatkan kepada seluruh peserta yang hadir,  pertama yang harus dilakukan petugas adalah pembinaan secara berkala ke perusahaan-perusahaan, baik  yang ada di wilayah kerja maupun komunitas-komunitas kerja masyarakat. Karena bila terjadi masalah, maka petugas kesehatan kerja lah yang memiliki tanggung jawab. Oleh karenanya perlu juga diperhatikan, bila kita melakukan pembinaan maupun pengawasan terhadap suatu perusahaan, maka temuan hasil dari pembinaan maupun pengawasan harus tertuang dalam sebuah pelaporan yang tercatat dan tertandatangani.

Termasuk pembinaan dan pengawasan olahraga, harus berkolaborasi dengan dinas terkait, yaitu Dispora (Dinas Pemuda dan Olahraga). Karena apa yang menjadi tanggung jawab kita terhadap pengawasan maupun pembinaan kesehatan olahraga adalah untuk menunjang prestasi olahraga yang menjadi andalan daerah itu sendiri, jelasnya mengakhiri sambutannya.

Diketahui upaya kesehatan kerja dan olahraga mengutamakan pelayanan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif, tanpa mengabaikan aspek kuratif dan rehabilitatif. Penyelenggaraan kesehatan kerja dan Olahraga dilaksanakan secara berjenjang oleh pemerintah pusat sampai pemerintah daerah di tingkat Provinsi Kab./Kota dan Puskesmas sampai pelaksanaan di tempat kerja dengan melibatkan peran lintas program, lintas sektor, swasta serta peran aktif seluruh masyarakat melalui pemberdayaan.

Berdasarkan  Undang-Undang RI No.36 Tahun 2009 Bab XII, tentang Kesehatan,  pasal 164 ayat 1 menyatakan bahwa upaya kesehatan kerja ditujukan untuk melindungi pekerja agar hidup sehat dan terbebas dari gangguan kesehatan serta pengaruh buruk yang diakibatkan oleh pekerjaan. Pasal 164 ayat 2 menyatakan bahwa upaya kesehatan kerja sebagaimana dimaksud pada ayat 1 meliputi pekerja di sektor formal dan informal. Sehingga pelayanan kesehatan diselenggarakan di tempat kerja secara paripurna dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap pekerja.

Upaya kesehatan melalui olahraga ditujukan untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran jasmani masyarakat. Hal ini merupakan upaya dasar dalam meningkatkan prestasi belajar dan kerja yang dilaksanakan melalui aktifitas fisik, latihan fisik dan atau olahraga. Upaya kesehatan olahraga lebih mengutamakan pendekatan preventif dan promotif tanpa mengabaikan pendekatan kuratif dan rehabilitatif. Tak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, upaya ini juga menjadi tanggung jawab masyarakat.

Oleh karenanya, Pemerintah Daerah Provinsi NTB melalui Dinas Kesehatan Provinsi menyelenggarakan Orientasi Kesehatan Kerja dan Olahraga ini guna penyegaran dan pengenalan kembali program kesehatan kerja dan olahraga bagi  penanggung jawab/pengelola program di Kab/Kota dan Puskesmas. Selain itu, melalui kegiatan ini juga diharapkan meningkatnya dukungan Kab./Kota dan Puskesmas dalam penyelenggaraan program Kesjaor, Sinkronisasi program berjalan lebih baik, meningkatkan pelayanan kesehatan kerja dasar di Puskesmas, meningkatkan pengetahuan pengelola program di Kab./Kota dan Puskesmas, serta terbentuknya kerjasama Provinsi, Kab./Kota dan Puskesmas dalam pencapaian indikator program.

Kegiatan Orientasi Kesehatan Kerja dan Olahraga tahun 2020 ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB dengan didampingi Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dra. Panca Yuniati, Apt. dan Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Ida Ayu Kartini Tiyasa, S.Sos. Peserta dalam kegiatan tahun 2020 ini terdiri dari 3 angkatan, yang diselenggarakan pada tanggal 17 – 28 Februari 2020. Masing-masing angkatan berjumlah 35 orang yang berasal dari Kab./Kota dan Puskesmas se-NTB. Tempat pelaksanaan adalah di Hotel Grand Legi, Jl. Sriwijaya No.81  Mataram, dan setiap angkatan dengan semangat dan antusias mengikuti kegiatan selama empat hari sesuai dengan alokasi waktu yang telah ditentukan.

Oleh : I Gusti Ayu Juliantari, S.ST., S.Si., MPH

Peserta Pertemuan Kesehatan Kerja dan Olah Raga Angkatan Pertama
Peserta Pertemuan Kesehatan Kerja dan Olah Raga Angkatan Kedua
Peserta Pertemuan Kesehatan Kerja dan Olah Raga Angkatan Kedua

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Visit Us On TwitterVisit Us On Facebook