Pembinaan Terpadu Surveilans dan Pencegahan & Pengendalian DBD di Lombok Tengah

Kondisi musim hujan berisiko meningkatkan kasus DBD.  Pembinaan terpadu Surveilans dan Pencegahan dan Pengendalian (P2) DBD dilakukan oleh Tim Surveilans dan P2 DBD Dinas Kesehatan Provinsi NTB ke Dinkes Lombok Tengah dan Puskesmas Teruwai, Rabu (24/01/2024). Kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan upaya penurunan kasus DBD di Lombok Tengah.

Dinkes NTB mendukung logistik berupa RDT Combo DBD, insektisida, larvasida dan biolarvasi yang langsung diterima tim P2 Dinkes Lombok Tengah.

Upaya peningkatan kewaspadaan dan pengendalian DBD di masyarakat melalui SKDR (Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons) dilakukan dengan kolaborasi antara Dinas Kesehatan Provinsi Bidang P2P dengan Puskesmas.

Berdasarkan upaya tersebut ditemukan suspek DBD sebanyak 114 orang, selanjutnya ditindaklanjuti dengan memastikan apakah positif DBD atau tidak.  Hasil tindak lanjut menunjukkan 27 kasus DBD di Kabupaten Lombok Tengah untuk kurun waktu minggu pertama hingga minggu ketiga bulan Januari 2024.

DBD merupakan penyakit menular endemis yang dapat berisiko kematian. Perubahan iklim sangat mempengaruhi pesatnya perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti yang dapat mengakibatkan peningkatan kasus DBD di masyarakat.

Upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), larvasidasi dan pelaksanaan penyelidikan epidemiologi serta peningkatan jejaring baik klinik swasta, pustu dan rumah sakit juga dilakukan untuk mengoptimalkan penanggulangan DBD.

#DBD #CegahDBD #Surveilans #P2P #PSN #NTBMajuMelaju #PemprovNTB #DinasKesehatan #DinKesProvNTB #DinkesNTB #SahabatSehat #HumasSehat #SalamSehat