Pembukaan Acara Mini Workshop Evaluasi Program Sistem Informasi Kesehatan

Pertemuan Mini Workshop Evaluasi Program Sistem Informasi Kesehatan dilaksanakan oleh Seksi Datin dan Litbangkes Dinas Kesehatan Provinsi NTB yang bertujuan untuk mempersiapkan keberlangsungan Program Penguatan Sistem informasi kesehatan (SIK) di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pertemuan tersebut diselenggarakan di Hotel Santika Mataram selama 2 hari mulai dari tanggal 5 sampai 6 Juni tahun 2018. Jumlah peserta Mini Workshop adalah sekitar 28 orang yang terdiri dari  pemegang program di lingkup Dinas Kesehatan Provinsi NTB, pengelola data dan informasi Dinas Kesehatan Kab./Kota, dan dari lintas sektor. Lintas sektor yang diundang pada kesempatan ini adalah Bappeda dan Diskominfotik Provinsi NTB.

Sedangkan sumber dana penyelenggaraan mini workshop ini adalah merupakan proyek hibah dari Global Fund Health System Strengthening (GF HSS) Project. GF HSS merupakan proyek hibah dari Global Fund kepada Kementerian Kesehatan RI untuk mendukung peningkatan kualitas kinerja sistem kesehatan di Indonesia. Fokus kegiatan GF HSS adalah penguatan pada penyelenggaraan Sistem Informasi Kesehatan dan Manajemen Tatakelola Obat. Proyek ini dilaksanakan di 5 provinsi,  masing-masing provinsi dipilih 2 kabupaten. Kemudian 10 puskesmas di setiap kabupaten dijadikan sebagai pilot projek untuk kegiatan tersebut.

Kegiatan ini rencananya dilaksanakan sebanyak 5 (lima) tahap dengan masing – masing tahap dilakukan selama 2 (dua) hari. Namun, mengingat padatnya jadwal kegiatan Program tim teknis SIK Dinas Kesehatan Provinsi NTB yang bersumber dari dana APBD maupun APBN sehingga kegiatan ini hanya akan dilaksanakan selama 2 (dua) hari saja (halfday meeting). Terkait perubahan mekanisme pelaksanaan kegiatan tidak akan mempengaruhi capaian output yang telah ditetapkan serta alokasi dana tidak melebihi anggaran yang telah ditetapkan.

Pertemuan Mini Workshop ini dibuka oleh Lalu Budarja sebagai Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan sekaligus sebagai Penanggung Jawab Operasional (PJO) Proyek GF HSS di Provinsi NTB. Pada kesempatan tersebut bilau menyampaikan “banyak pengalaman dan pembelajaran yang diperoleh selama hampir dua (2) tahun ini yang dapat ditularkan ke kabupaten/kota lainnya yang tidak terkena intervensi proyek GF HSS. Sehingga penyelenggaraan Mini Workshop merupakan salah satu langkah strategis untuk berbagi informasi dan pengalaman dari kabupaten Lombok Barat dan Lombok Timur yg diintervensi, dan menawarkan replikasi program atau best practice  ke 8 kabupaten lain di Provinsi NTB untuk memperoleh manfaat yang lebih luas”.

 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Visit Us On TwitterVisit Us On Facebook