Pencapaian dan Pengalaman Dalam Pelaksanaan Project GF HSS Komponen SIK Di Lombok Timur

Pada pertemuan Mini Workshop Evaluasi Program Sistem Informasi Kesehatan yang diselenggarakan di Hotel Santika Mataram selama 2 hari mulai dari tanggal 5 sampai 6 Juni tahun 2018 tersebut dilakukan pemaparan oleh dua kabupaten yang dintervensi oleh projek GF HSS yaitu Dinas Kabupaten Lombok Barat dan Lombok TImur. Materi disampaikan oleh Kepala Seksi Data dan Informasi Dinas Kesehatan Lombok Barat dan Kasubbag Program dan Pelaporan Dinas Kesehatan Lombok Timur. Mereka menyampaikan tentang best practice dari kegiatan-kegiatan yang didukung oleh Projek GF HSS.

Masing-masing kabupaten melakukan Self Assesment (SA)  atau penilaian mandiri yang dilakukan oleh Pusdatin, Penanggungjawab SIK Dinkes Provinsi, PMU Provinsi, Dinkes Kab, PMU Kab dan Konsultan SIK selama beberapa hari menggunakan metode Wawancara, Observasi, dan FGD. Tujuannya adalah untuk mengetahui aspek-aspek prioritas apa saja yang perlu dilakukan untuk mempersiapkan keberlangsungan Program Penguatan Sistem informasi kesehatan (SIK) di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Setelah dilakukan penilaian mandiri ada 6 (enam) yang perlu dilakukan penguatan yaitu disseminasi dan pemanfaatan data, kualitas data, manajemen data, sumber data, indikator, dan sumber daya SIK.

Dari perbandingan hasil penilaian mandiri sebelum dan setelah project GF HSS, perubahan yang sangat siknifikan terjadi di kabupaten Lombok Timur adalah pada komponen ke-4 yaitu tentang Manajemen Data. Hasil penilaian sebelum project GF HSS adalah 0% karena belum memiliki regulasi seperti Peraturan Bupati tentang Sistem Informasi Kesehatan (SIK), dan SOP SIK. Namun, setelah didukung oleh project GF HSS komponen Manajemen Data nilainya menjadi 100%. Ini terjadi karena ada beberapa faktor. Selain terbentuknya Perbub dan SOP tentang SIK, penyebabnya adalah pengimplementasi DHIS2 sebagai BANK DATA KESEHATAN untuk level Puskesmas. Aplikasi DHIS2 level puskesmas digunakan untuk melaporkan data-data rutin Pukesmas ke Kabupaten. Disamping itu juga DHIS2 untuk Puskesmas dapat menvisualisasikan data kesehatan guna memonitoring, mengevaluasi dan membuat kebijakan kesehatan yang lebih baik.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Visit Us On TwitterVisit Us On Facebook