Website Resmi Dinas Kesehatan Provinsi NTB

Pendampingan Keluarga Penting Untuk Cegah dan Turunkan Stunting

Mataram – Diawal Maret, tepatnya hari Senin, tanggal 1 Maret 2021, Seksi Gizi Masyarakat Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Provinsi NTB bersama Tim Konsultan Konvergensi Stunting melakukan kegiatan monitoring ke Desa Batujai, Puskesmas Batujai, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah.

Dari hasil brain storming dan diskusi dengan Kepala Desa Batujai Alwan Wijaya, dan beberapa Kepala Dusun wilayah tersebut, diketahui dari 20 posyandu konvensional yang ada, baru 1 posyandu yang sudah terbentuk menjadi Posyandu Keluarga, yakni Posyandu Keluarga “Bintang Kecil”, yang berada di wilayah dusun Ketangge.

Menurut kepala desa, penyebab anak stunting yang ditemukan diwilayahnya karena masalah pola asuh dirawat oleh neneknya yang minim akan pengetahuan gizi dengan pemberian makan yang tidak benar.

Untuk itu, Tim Gizi memberikan rekomendasi agar pendampingan keluarga yang memiliki anak dibawah usia 2 tahun untuk memastikan anak dipantau pertumbuhan dan perkembangannya secara rutin, diberi ASI secara Eksklusif, Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) sesuai rekomendasi dan anak disusui sampai usia 2 tahun.

Lebih lanjut, Tim yang dikoordinir Kepala Seksi Gizi Ni Luh Suwandeni, SKM., juga berpesan agar PMT yang diberikan sebaiknya berbentuk pangan lokal yang juga akan berdampak pada peningkatan pengetahuan gizi dan ekonomi keluarga.

Di akhir kegiatan, tak lupa ia juga mendorong kepala desa untuk menambah pembentukan posyandu keluarga yang ada, mengingat potensi yang ada di desa cukup mendukung. Sehingga dapat membantu percepatan penurunan kasus stunting di desa tersebut.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.