Website Resmi Dinas Kesehatan Provinsi NTB

Percepatan Penurunan Stunting Terintegrasi Melalui Pemantauan Berbasis Web (Web Based Monitoring)

Dalam rangka percepatan penurunan stunting Ditjen Bangda melakukan terobosan dengan melakukan pengembangan system berbasis data yang lebih baik lagi yaitu pemantauan berbasis web (web based monitoring) untuk memantau kemajuan pelaksanaan dan hasil dari 8 aksi konvergensi/ integrasi di tingkat kabupatan/ kota.  Data/informasi yang diperoleh melalui alat bantu ini selanjutnya menjadi salah satu informasi pendukung proses penilaian kinerja kabupaten/kota dan untuk penajaman kegiatan pembinaan dan pengawasan provinsi bagi kabupaten/kota di wilayahnya.

Terkait dengan pengembangan system berbasis web tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi NTB Seksi Gizi Masyarakat Bidang Kesehatan Masyarakat  bekerjasama dengan Ditjen Bina Bangda Kemendagri dan Tenaga Ahli LGCB ASR-INEY Pusat dan Regional 6, melaksanakan Bimbingan Teknis Pengelolaan Web Monitoring Aksi Bangda pada hari (Selasa, 16 Maret 2021)  di Aula Bhakti Husada Dinas Kesehatan Provinsi NTB.

Tujuan dilakukan kegiatan ini adalah :

  1. Mengetahui gambaran dari Model Architecture Website yang dikembangkan saat ini.
  2. Memahami Data Flow System untuk mendapatkan kemudahan pengelolaan.
  3. Dapat mengoperasikan fasilitas Web Monitoring.
  4. Memanfaatkan Dashboard System sebagai alat analisis capaian kegiatan

Peserta terdiri dari Tim Koordinasi Stunting Provinsi  3 (tiga) orang yang terdiri dari Bappeda, Dinas Kesehatan dan DPMPD. Tim Koordinasi Stunting dari 9 Kabupaten/Kota prioritas tahun 2021 (Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu dan Bima) yang masing-masing terdiri dari 2 (dua) orang tenaga pelaksana teknis/operator/pengolah data, 1 (satu) orang dari unsur kebijakan, dan sebagai narasumber adalah Ditjen Bangda Kemendagri, Tenaga ahli LGCB ASR – INEY Pusat, dan Tenaga Ahli LGCB ASR – INEY Regional

Pada kesempatan ini Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB : Dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM, MARS. dalam sambutannya menekankan upaya konvergensi akan terwujud apabila :

  • Layanan dari setiap intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif tersedia dan dapat diakses bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan,  terutama rumah tangga 1.000 HPK (ibu hamil, ibu menyusui dan anak usia 0- 23 bulan).
  • Kelompok sasaran prioritas  menggunakan dan mendapatkan manfaat dari layanan tersebut
  • Harapannya tahun ini di bulan penimbangan Februari 2021 input data mll e-PPGBM  dan D/S 100 % agar semua balita di provinsi NTB terpantau status gizinya, yg saat ini baru mencapai 79,28 %.

Selama kegiatan peserta mendapatkan gambaran Model Architecture Website yang dikembangkan (sistem basis data terbaru) dan penjelasan pengelolaan web monitoring serta melakukan simulasi pemasukan data atau unggah data aksi #1 s.d 8.

Dengan dilakukanya kegiatan ini diharapkan peserta dapat :

  • Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengelola data-data aksi konvergensi di masing-masing kabupaten/kota.
  • Membantu Tim Koordinasi Stunting Kabupaten/Kota dalam pengelolaan manajemen informasi.
  • Memotivasi Tim Koordinasi Stunting Kabupaten/Kota untuk peningkatan kinerja dalam pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi.
  • Membantu Tim Koordinasi Stunting Provinsi dalam melakukan monitoring, evaluasi serta pembinaan kepada Tim Koordinasi Stunting Kabupaten/Kota.

Editor : Reny

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.