Website Resmi Dinas Kesehatan Provinsi NTB

Pertemuan Koordinasi Koalisi Organisasi Profesi Indonesia Tuberkulosis (KOPI TB) Tingkat Provinsi

Indonesia merupakan negara yang mempunyai beban tuberkulosis (TB) yang tinggi dan menempati posisi ke-2 di dunia saat ini. Berdasarkan Laporan Global TB tahun 2020, estimasi insiden kasus TB di Indonesia sebanyak 845.000 kasus (termasuk 19.000 kasus TB-HIV) dan 24.000 kasus TB MDR. Dari total kasus tersebut, hanya 446.732 kasus TB (53%) yang dilaporkan sehingga masih terdapat 395.268 kasus TB yang belum ditemukan dan dilaporkan (missing cases). Perkiraan insiden TB di Provinsi NTB tahun 2020 sebanyak 17.736 kasus dan kasus TB yang ditemukan  sebanyak 5.398 kasus (30,8%).

Dengan tingginya kasus TBC di Indonesia, sangat diperlukan kontribusi dari KOPI TB untuk menjaring dan melaporkan kasusnya sehingga penanganan TB dapat dilaksanakan sedini mungkin, dan memutus mata rantai penularan TB.

Terkait dengan hal tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi NTB melakukan pertemuan Koordinasi Koalisi Organisasi Profesi Penanggulangan Tuberkulosis (Kopi TB) pada Selasa, 25 Mei 2021 di Hotel Aston in Mataram.

Dalam pertemuan ini Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM, MARS membuka secara langsung acara pertemuan tersebut.   Dalam sambutanya beliau mengharapkan adanya dukungan dari organisasi profesi kesehatan untuk penanggulangan TB guna memberikan pelayanan TB sesuai dengan norma, standart, prosedur dan criteria (NSPK) penatalaksanaan TB di layanan pemerintah dan swasta.

Kegiatan yang dilakukan secara daring (virtual meeting) dan tatap muka (luring) ini bertujuan untuk meningkatkan peran dari organisasi profesi kesehatan dan stakeholder terkait dalam pelaksanaan jejaring layanan TB di pemerintah dan swasta.

Hadir dalam pertemuan secara tatap muka antara lain : Ketua Persatuan Dokter Paru Indonesia Wilayah NTB (PDPI), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) NTB, Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) NTB, Perhimpunan Ahli Bedah Indonesia (PABI) NTB, Perhimpunan Obstetri dan Ginekology Indonesia (POGY) NTB, Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik (PDS-PATKLIN) NTB, Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) NTB, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) NTB, Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan (HAKLI) NTB, Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) NTB, Perhimpunan Ahli Tenaga Laboratorium Kesehatan (PATELKI) NTB dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) NTB.

Sebagai narasumber dalam pertemuan ini adalah Kabid P2P Dinkes Prov.NTB, Ketua IDI Wilayah NTB, Koordinator dan Sekretaris KOPI TB NTB dan Tim DOTS TB RS. Harapan Keluarga Mataram.

Pertemuan ini menghasilkan beberapa kesepakatan bahwa  KOPI TB/ DPPM (Distric Public-Private Mix) di kabupaten/kota agar segera dibentuk, seluruh organisasi profesi baik di tingkat provinsi dan kab/kota agar berperan aktif dalam penanggulangan TB, memastikan pelaksanaan wajib lapor (notification mandatory ) kasus TB yang dilayani baik di layanan pemerintah maupun swasta melalui Sistem Informasi Tuberkulosis. (SITB).

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.