Pertemuan Orientasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kusta

Penyakit kusta di Indonesia masih merupakan masalah kesehatan masyarakat. Disamping besarnya masalah di bidang medis juga masalah sosial, ekonomi, budaya, keamanan dan ketahanan nasional yang ditimbulkan penyakit ini memerlukan perhatian berbagai pihak. Upaya pengendalian penyakit kusta ditujukan untuk penemuan penderita secara dini dan memberikan pengobatan secara teratur sehingga penularan dan cacat akibat kusta dapat diturunkan, serta memberikan penyuluhan tentang kusta kepada masyarakat.

Target tersebut secara Nasional sudah tercapai namun demikian berdasarkan data yang dilaporkan jumlah penderita baru sampai saat ini tidak menunjukkan adanya penurunan yang bermakna. Salah satu unsur yang dapat menunjang percepatan pencapaian target tersebut adalah peningkatan keterampilan dan profesionalisme petugas di berbagai tingkatan terutama petugas Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan pada penderita kusta di lapangan.

Tahun 2020 hasil pencapaian kegiatan program P2 Kusta Provinsi NTB sebagai berikut : Prevalensi Rate 0,48 per 10.000 penduduk, Case Detection Rate (CFR) 4,86 per 100.000 penduduk, proporsi kusta baru tanpa cacat 89 % atau terdapat 222 kasus, proporsi cacat tingkat II 4 %, proporsi kasus anak 4,8 % sebesar 12 kasus, proporsi type Multi Baciler (MB) 88 % dan Release From Treatment (RFT) Rate sebesar 88,2 %. Walaupun secara Provinsi, NTB telah mencapai target eliminasi (Prevalensi Rate <1/10.000 penduduk), namun masih ada 3 Kabupaten/Kota endemis yang masih belum eliminasi kusta (Prevalensi Rate >1/10.000 penduduk) yaitu Kabupaten Bima, Kota Bima, dan Kabupaten Dompu. Untuk itu kegiatan penemuan kasus secara aktif harus ditingkatkan untuk akselerasi program P2 kusta di Kabupaten/Kota tersebut.

Untuk meningkatkan mutu pelayanan program P2P Kusta di Kabupaten / Kota, Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dan Zoonosis Bidang P2P Dinas Kesehatan Provinsi NTB melaksanakan Pertemuan Orientasi P2P Kusta Bagi Pengelola Program selama 3 (tiga) hari mulai tanggal 8 s/d 10 Juni 2021 di Hotel Grand Legi Mataram.

Peserta berjumlah 30 orang berasal dari 10 kabupaten/kota terdiri dari pengelola program, dokter puskesmas dan peserta provinsi berasal dari lintas program. Sedangkan narasumber berasl dari provinsi yang telah mengikuti TOT penyakit kusta.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM, MARS. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa penyakit kusta selain memerlukan penanganan secara medis juga memerlukan penanganan dari aspek sosial. Hal ini disebabkan karena karena cacat yang timbul merupakan hal yang menakutkan bagi sebagian masyarakat.

Selanjutnya beliau menyampaikan bahwa dalam rangka mencapai target program P2 Kusta di Indonesia, diperlukan berbagai akselerasi dan kegiatan inovatif diantaranya kemoprofilaksis berupa pemberian rifampicin dosis tunggal dalam rangka pencegahan penularan kasus di beberapa Kabupaten/Kota. Sedangakan untuk Provinsi NTB khususnya di Kabupaten Bima dan Kota Bima, dan Kabupaten Dompu perlu ditingkatkan Intensifikasi Penemuan Kasus Kusta melalui kegiatan deteksi dini dengan pendekatan keluarga dan gerakan masyarakat hidup sehat. Selain itu peningkatan kapasitas bagi Pengelola Program merupakan kegiatan yang tidak kalah pentingnya demi berlangsungnya program secara berkesinambungan.

Dengan dilaksanakan kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan tenaga kesehatan yang terlatih dan berkualitas yang dapat meningkatkan deteksi dini dan pengobatan yang tepat serta mengurangi keterlambatan diagnosis sehingga target eliminasi kusta dapat tercapai dengan waktu yang singkat sehingga terwujud peningkatan status kesehatan masyarakat.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *