Website Resmi Dinas Kesehatan Provinsi NTB

Pertemuan Validasi Posyandu Tingkat Provinsi NTB Tahun 2019

Untuk daerah-daerah terpencil posyandu keluarga menjadi efektif, karena bisa satu kali jalan, dan ditambah dengan puskesmas keliling.
.
Demikian awal paparan yang disampaikan oleh Kepala Dinkes Provinsi NTB dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A., MPH dalam Pertemuan Validasi Data Posyandu Tingkat Provinsi NTB Tahun 2019, yang dilaksanakan di Hotel Grand Legi, Mataram, mulai kemarin 14 s.d 15 Nov 2019.
.
Namun posyandu keluarga yang digadang-gadang pemerintah NTB saat ini sebagai program inovasi berbasis pemberdayaan masyarakat, bukan tidak mempunyai kendala untuk bisa dilaksanakan di desa-desa. Hal ini menjadi perhatian dr. Eka yang disampaikan secara langsung dihadapan peserta pertemuan.
.
Lebih lanjut Dokter Spesialis Anak itu menginginkan perlu dibuat kesepakatan terkait definisi operasional (DO) dana sehat. Diketahui sekarang ini posyandu aktif di NTB masih rendah, dan permasalahan utama capaian posyandu aktif terganjal pada komponen Dana Sehat.
.
Diketahui yang termasuk dana sehat sesuai Pedoman Pengelolaan Posyandu Tahun 2011, adalah dana yang diperoleh dari masyarakat yang diperuntukkan untuk operasional posyandu pembiayaan kesehatan sasaran posyandu, seperti tabulin, iuran, dll.
Untuk itu pada kesempatan pertemuan hari ini, perlu dibuat kesepakatan yang bisa menjadi solusi atas permasalah ini. Untuk kesepakatan DO Dana Sehat mungkin bisa diperbaharui seperti dana yang bersumber dari kas posyandu/iuran, juimpitan, tabulin, usaha bersama, dll, termasuk cakupan 50 persen lebih kepersertaan JKN masyarakat desa.
.
Pada akhirnya kesepakatan yang akan dibuat pada pertemuan ini, tentunya nanti akan kita bawa ke Kementerian Kesehatan. Melalui langkah ini diharapkan capaian posyandu aktif di NTB bisa meningkat, ujarnya.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.