Posyandu Keluarga Ikhtiar NTB Atasi Gizi Buruk, Stunting dan Memutus Mata Rantai Penularan Covid-19 di NTB

Posyandu Keluarga merupakan program unggulan Pemerintah Provinsi NTB di era kepemimpinan Dr. H. Zulkieflymansyah dan Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, yang di kemas melalui program Revitalisasi Posyandu. Secara bertahap pemerintah akan mengkonversi posyandu konvensional menjadi Posyandu Keluarga dengan memperluas ruang lingkup Posyandu Keluarga.

Posyandu Keluarga memiliki peranan penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terlebih dalam situasi pandemi saat ini. Posyandu Keluarga juga di harapkan mampu untuk menekan permasalahan kesehatan masyarakat terutama Gizi Buruk dan Stunting. Di tengah pandemi saat ini, Posyandu Keluarga di harapkan mampu memberikan kontribusi yang besar dalam mendukung pemerintah untuk memberikan edukasi dan informasi-informasi penting terkait Covid-19 dan Protokol Kesehatan Di Kabupaten Bima. Tepatnya di Desa Bajo Pulau, Desa Sape dan Desa Na’e kegiatan Posyandu Keluarga ini menjadi kegiatan prioritas yang rutin di laksanakan setiap bulan.

Arif Budiman. S.Pi selaku Pendamping Lokal Desa (PLD) mengatakan kami bersama petugas posyandu dari Puskesmas dan Kader Posyandu di masing-masing desa rutin melaksanakan kegiatan ini, dan menjadi komitmen kami bersama di Kabupaten Bima. Semua itu kami lakukan dengan ikhlas untuk mendukung program Revitalisasi Posyandu dan upaya memutus mata rantai penularan Covid-19.

Lanjut Arif Budiman menyampaikan , namun dalam proses pelaksanaan Posyandu Keluarga yang rutin kami lakukan di 3 Desa tersebut, kami masih memiliki kendala terkait kurangnya sarana dan prasarana pendukung bagi Kader Posyandu seperti kursi, meja dan timbangan bayi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *