Website Resmi Dinas Kesehatan Provinsi NTB

Sambutan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB Dalam Rangka Memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS) 2021

Setiap Detik Berharga, Selamatkan Bangsa dari Tuberkulosis
(Temukan Obati Sampai Sembuh Tuberkulosis/TOSS TB)

Pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas merupakan sasaran prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.  Pembangunan bidang kesehatan termasuk pencegahan penyakit yang menimbulkan biaya tinggi seperti Tuberkulosis adalah bagian dari langkah untuk meningkatkan manusia Indonesia yang berkualitas.

Tuberkulosis atau yang biasa di sebut TBC masih merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia. Mengacu pada WHO Global TB Report tahun 2020, terdapat 10 juta orang mederita TBC dan 1,2 juta orang diantaranya meninggal akibat TBC. Indonesia termasuk delapan negara yang menyumbang 2/3 kasus TBC dan menempati urutan kedua setelah India dengan kasus sebanyak 845.000 dan kematian sebanyak 98.000 atau setara dengan 11 kematian/jam. Selain itu masyarakat juga perlu untuk mengetahui bahaya penularan kasus TBC pada anak. Kasus TBC anak di dunia setiap tahunnya sebanyak 1 juta jiwa dari keseluruhan kasus TBC, 52 % diantaranya adalah anak < 5 tahun dengan tingkat kematian sebesar 80 %. Di Nusat Tenggara Barat, kasus TBC yang ditemukan baru mencapai 5.400 kasus dari 17.736 target penemuan kasus atau masih sekitar 70% kasus yang belum ditemukan.

Mengingat tingginya kasus dan beban kematian akibat tuberkulosis ini, dunia telah berkomitmen untuk bebas TBC pada tahun 2050. Namun permasalahan TBC ini tidak dapat diselesaikan jika hanya dibebankan pada sektor kesehatan saja, akan tetapi perlu koordinasi lintas sektor untuk menyelesaikan permasalahan TBC di Indonesia dan menempatkan TBC sebagai isu utama di semua sektor tak terkecuali dari seluruh elemen masyarakat.

Oleh karena itu, setiap tanggal 24 Maret diperingati sebagai Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS) secara global. Tanggal tersebut merupakan saat pertama kali Robert Koch menemukan bakteri Mycobacterium Tuberculosis (MTB) sebagai penyebab penyakit Tuberkulosis. Penyakit Tuberkulosis merupakan penyakit yang sangat mudah menular dan bukan penyakit keturunan, dengan diagnosis dan pengobatan yang tepat penyakit ini dapat disembuhkan.

Di era pandemi Covid-19 saat ini, TBC menjadi tantangan tersendiri di fasilitas pelayanan kesehatan. Orang yang menderita TBC dan Covid-19 memiliki gejala yang sama seperti batuk,demam dan kesulitan bernafas. Kedua penyakit ini menyerang paru-paru dan menular melalui kontak erat. Untuk mencapai Eliminasi TBC 2030 maka Eliminasi TBC dan Covid-19 menjadi 1 bagian yang tidak terpisahkan untuk menciptakan generasi bangsa yang sehat dan berprestasi.

Dengan merujuk tema World TB Day di tingkat global “The Clock is Ticking…” yang memiliki makna semakin terbatasnya waktu untuk mencapai eliminasi TBC 2030 maka tema nasional pada peringatan Hari TB Sedunia 2021 adalah “Setiap Detik Berharga, Selamatkan Bangsa dari Tuberkulosis”, dengan aksi : Temukan Obati Sampai Sembuh (TOSS) TBC menunjukan bahwa setiap detik waktu yang kita miliki berharga dan perlu dimanfatkan sebaik-baiknya untuk kembali memperkuat komitmen dan upaya kita bersama dalam Eliminasi TBC, bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan saja tetapi menjadi tanggung jawab setiap individu yang ada baik sehat maupun sakit demi mewujudkan generasi sehat dan unggul yang terbebas dari TBC. Strategi pelaksanaannya dengan :

  1. Melaksanakan norma dan standar sesuai Pedoman Pencegahan dan Pengendalian TBC
  2. Melibatkan Pemerintah Daerah di semua tingkat administrasi untuk berkontribusi terhadap isu TBC dan Stunting
  3. Memasukkan isu Stunting dan Covid-19 dalam pelaksanaan kegiatan promosi TBC
  4. Melibatkan seluruh lapisan masyarakat, mitra program TBC dan lintas sektor terkait dalam pengendalian TBC
  5. Melakukan Gerakan Aktif dan Masif dalam rangka meningkatkan penemuan, pengobatan dan pencegahan penulatan TBC di masyarakat.

Dengan momentum peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS) 2021 ini, kita harapkan agar semua pihak dapat terlibat aktif dalam pencegahan TBC dan mewujudkan mimpi kita Bersama untuk Indonesia Bebas dari TBC.

Mataram 24 Maret 2021
Kepala Dinas Kesehatan
Provinsi Nusa Tenggara Barat

Dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM., MARS

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.