Sebanyak 2 juta jiwa penduduk Indonesia telah disuntik vaksin COVID-19

Sejak dimulai pertama kali hingga saat ini, vaksinasi berjalan dengan aman. Komnas KIPI dan Kemenkes mengonfirmasi bahwa sampai saat ini belum ditemukan adanya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang sifatnya serius.

Vaksin COVID-19 Sinovac telah teruji keamanan, mutu, khasiat dan kehalalannya. Vaksin ini dikembangkan menggunakan metode inactivated vaccine, yang telah terbukti aman, tidak menyebabkan infeksi serius serta hampir tidak mungkin menyebabkan seseorang terinfeksi.

Lantas mengapa orang yang sudah divaksin masih bisa positif? Saat seseorang dinyatakan positif setelah vaksinasi, itu artinya saat divaksinasi seseorang tersebut sudah terpapar/terinfeksi COVID-19 dan sedang dalam masa inkubasi.

Selain itu, vaksin COVID-19 membutuhkan dua kali dosis penyuntikan. Suntikan pertama ditujukan memicu respons kekebalan awal. Sedangkan suntikan kedua untuk menguatkan respons imun yang terbentuk. Untuk menciptakan kekebalan yang efektif bagi tubuh, setidaknya butuh waktu 28 hari pasca penyuntikan kedua.

Jadi meskipun kamu udah divaksin, jangan lengah ya #Healthies, tetap terapkan protokol kesehatan 3M. Karena kemungkinan untuk terpapar virus akan tetap ada, namun potensi penderita mengalami gejala yang parah akan semakin kecil.

Informasi Kewaspadaan Covid-19 setiap hari bisa Anda dapatkan pada laman resmi Pemerintah NTB di 👉 https://corona.ntbprov.go.id

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *