Sosialisasi Panduan dan Protokol Pelayanan Gizi Pada Balita Secara Daring

Mataram, 28 Juli 2020. Saat ini tengah berlangsung Sosialisasi Panduan dan Protokol Pelayanan Gizi Pada Balita Secara Spesifik Tentang Pemberian Kapsul Vitamin A dan Pemantauan Pertumbuhan Balita Pada Bulan Agustus 2020 Sesuai Zona Risiko Kasus Covid-19, secara virtual (live streaming) yang diselenggarakan atas kerjasama Nutrition International bersama Direktorat Gizi Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI dan Dinas Kesehatan Provinsi NTB.

Dalam sambutannya Direktur Nutrition International Dr. Sri Kusyuniati menyampaikan bahwa pemberian vitamin A pada bayi dan balita tidak hanya untuk kesehatan mata saja, tapi pemberian vitamin A juga dapat mengurangi kesakitan dan kematian bayi serta meningkatkan daya tahan tubuh anak, sehingga sangat relevan dengan kondisi pandemi Covid-18 saat ini. Dengan daya tahan tubuh yang kuat, bayi dan balita dapat terlindungi dari serangan virus.

Sementara dalam sambutannya Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A., M.PH mengatakan distribusi vitamin A bulan Agustus 2020 tentu berbeda dengan pelaksanaan bulan vitamin A sebelumnya, mengingat kondisi pandemi Covid-19 yang masih melanda. Namun perlu untuk diperhatikan bahwa pemberian vitamin A yang terdistribusi tidak hanya dilihat dari capaian distribusi 100% secara kuantitatif saja, tapi juga memperhatikan kualitas distribusi dengan memastikan vitamin A masuk ke mulut sasaran (bayi dan balita) secara benar dan tepat sesuai prosedur pemberian. Tentunya dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Dalam acara ini, sambutan juga disampaikan oleh Direktur Gizi Masyarakat, Kemenkes RI DR. Rr. Dhian Probhoyekti Dipo, SKM. Ia mengemukakan harapannya pada pelaksanaan bulan vitamin A pada Agustus nanti, seperti:

  1. Pelayanan gizi sebagai program prioritas untuk mencegah terjadinya stunting tetap dilakukan sesuai keadaan wilayah dalam masa adaptasi kebiasaan baru.
  2. Pelaksanaan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan serta pemberian vitamin A bulan Agustus 2020 menjadi momentum kembali aktifnya posyandu untuk pemulihan (recovery) program.
  3. Koordinasi antara pemerintah desa/kelurahan dan gugus tugas penanggulangan Covid-19 untuk kegiatan posyandu.
  4. Pemberdayaan masyarakat dalam mendukung upaya percepatan perbaikan gizi yang berkelanjutan.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Visit Us On TwitterVisit Us On Facebook