Website Resmi Dinas Kesehatan Provinsi NTB

Stronger Perkuat Pelayanan Posyandu Keluarga dan Kompetensi Kader dalam Situasi Covid-19

Posyandu telah lama dikenal sebagai aktor utama dalam pemberdayaan masyarakat untuk mengakses layanan kesehatan, terutama layanan kesehatan ibu dan anak di Indonesia. Memahami fungsi penting posyandu, pada tahun 2019, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat berkomitmen untuk merevitalisasi posyandu konvensional menjadi posyandu keluarga. Posyandu keluarga diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat setempat sebagai sarana monitoring kesehatan secara teratur tanpa harus pergi ke fasilitas kesehatan primer atau fasilitas kesehatan lainnya yang dapat meningkatkan risiko tertular COVID-19.

Posyandu keluarga menggunakan pendekatan berbasis keluarga untuk mengatasi masalah kesehatan di masyarakat secara efektif. Layanan yang diberikan tidak hanya terbatas diperuntukkan untuk ibu dan anak, tetapi juga menyasar kalangan remaja dan lanjut usia. Topik-topik seperti kesehatan seksual, penyalahgunaan NAPZA, dan pernikahan dini untuk remaja, serta pemeriksaan rutin untuk penyakit tidak menular (diabetes, hipertensi, dll) juga masuk ke dalam isu kesehatan yang ditangani oleh posyandu keluarga. Selain itu, di masa pandemi COVID-19, posyandu keluarga juga berperan sebagai poin utama di masyarakat untuk mensosialisasikan kepatuhan terhadap protokol COVID-19 serta mendukung pelaksanaan program vaksinasi COVID-19 dari pemerintah.

Meskipun revitalisasi posyandu konvensional menjadi posyandu keluarga merupakan langkah penting untuk memberikan perawatan kesehatan holistik kepada keluarga, keberadaan kader dengan keterampilan mumpuni dalam memberikan perawatan berbasis keluarga masih jarang. Kader memainkan peran penting dalam mendorong masyarakat untuk mengunjungi posyandu keluarga dan berperan sebagai perpanjangan tangan layanan kesehatan primer di masyarakat. Hingga Desember 2021, 100% posyandu konvensional di NTB telah direvitalisasi menjadi posyandu keluarga (Dinas Kesehatan Provinsi NTB, 2021).

Setiap posyandu keluarga memiliki kader yang telah dilatih kesehatan ibu dan anak. Sementara itu, proporsi kader di posyandu keluarga yang telah mendapatkan pelatihan (selain kesehatan ibu dan anak) masih sangat sedikit. Sebagai contoh, di wilayah kerja Puskesmas Penimbung, belum ada kader yang dilatih untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang komprehensif dalam memberikan pelayanan posyandu keluarga.

Untuk itu Dinas Kesehatan Provinsi NTB mengadakan kegiatan Sosialisasi Program Stronger Dalam Rangka Penguatan dan Sosialisasi Peran Posyandu Keluarga dan Kader untuk Meningkatkan Kesehatan dalam Situasi Covid-19 dengan menggunakan Pendekatan Berbasis Keluarga pada hari Senin, 28 Maret 2022 di Hotel Aruna Senggigi Mataram.

Kegiatan yang di fasilitasi oleh Program Stronger ini bertujuan memperkuat pelayanan posyandu terutama kompetensi Kader posyandu keluarga.  Program ini akan membantu penguatan posyandu keluarga dan kadernya di puskesmas terpilih dengan memberikan pelatihan dan pengawasan terhadap berbagai masalah kesehatan, seperti kesehatan remaja, penyakit menular, kesehatan ibu dan anak, serta tentang COVID-19. Sebelum implementasi program dilakukan, diperlukan sosialisasi program penguatan posyandu keluarga untuk memperkenalkan program kepada pemangku kebijakan terkait di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta yang terdiri dari BKKBN, DP3AP2KB, DMPD, Kepala Bidang Lingkup Dinkes  Provinsi dan  Kabupaten Lombok Barat, Kepala Desa dan Kepala Puskesmas Desa Penimbung. Hadir sebagai penanggap pada kegiatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB,   Kepala Bidang Kesmas dan Kepala Bappeda Provinsi NTB yang diwakili oleh Kepala Bidang Sosbud yang di moderator oleh Kepala Seksi Gizi dan Promkes Bidang Kesmas Dinkes  Provinsi NTB.

Hal yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB adalah terkait tujuan  revitaslisasi posyandu, bagaimana posyandu keluarga ddapat  mengatasi   massalah kesehatan di masyarkat serta peningkkatan cakupan vaksinasi covid19 dengan adanya posyandu keluarga tersebut.

Pada saat yang sama, kepala Bidang social budaya Bappeda Provinsi NTB menyampaikan bahwa upaya yang dilakukan oleh Bappeda Provinsi NTB merencanakan  penganggaran untuk kesehatan salah satunya adalah penganggaraan untuk sarana penunjang kegiatan posyandu keluarga. Beliau berpesan kepada Program stronger agar melakukan inovasi dan bias memberikan contoh jenis – jenis kegiatan apa yang selanjutnya akan di fasilitasi oleh program stronger untuk posyandu keluarga kedepannya.

Kepala Bidang Kesmas  menembahkan sebagai penutup kegiatan tersebut dengan menguraikan langkah – lagkah yang perlu  dilakukan lintas sector dan masyarakat untuk mendukung dan mensukseskan posyandu keluarga untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Selain itu beliau   menyampaikan juga apa yang menjadi peran Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan dan Desa/Kelurahan dalam mendukung kegiatan  Posyandu Keluarga.

Penulis : Deasy Mariyani, SKM.M.Kes (Fungsional Penyuluh Kesehatan Masyarakat Ahli Muda)

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.