Tingkatkan Akses dan Kualitas Pelayanan Kespro Catin, Upaya Dinkes NTB Turunkan AKI, AKB dan Stunting

(I Gusti Ayu Juliantari, S.ST.,S.Si.,MPH)

Meningkatkan akses dan kualitas pelayanan Kesehatan Reproduksi Calon Pengantin atau sering disebut Catin merupakan salah satu program yang saat ini menjadi perhatian Seksi Kesehatan Keluarga Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi NTB, di mana tujuan utama dari program ini adalah ikhtiar meningkatkan derajat kesehatan dan menurunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi serta menurunkan angka Stunting di NTB, kata Kepala Seksi Kesehatan Keluarga Siti Zuleha, SKM., dalam paparannya di hadapan peserta pada kegiatan Pertemuan Orientasi Pelayanan Kesehatan Reproduksi Calon Pengantin di Hotel Grand Legi, Kamis (2/9/21).

Dalam kesempatan tersebut Eha (panggilan akrab Kasi Kesga) mengingatkan kembali kepada peserta pertemuan, adapun upaya untuk mencapai ikhtiar tersebut telah tertuang dalam perjanjian kerjasama antara Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI Nomor HK.03.01/11/691/2020 tentang Pelaksanaan Bimbingan Perkawinan dan Pelayanan Kesehatan Bagi Calon Pengantin, juga adanya Kesepakatan Bersama antara Kemenag, Kemenkes dan BKKBN Nomor HK 03.01/Menkes/125/2020 tentang Pelaksanaan Bimbingan Perkawinan Bagi Calon Pengantin Dalam Rangka Peningkatan Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga. Lebih lanjut Ia menjelaskan secara konsep kesehatan reproduksi (kespro) bagi Catin adalah untuk meningkatkan pengetahuan Catin tentang kespro serta mempersiapkan kesehatan dan kespro catin dalam mempersiapkan kehamilan sehat. Ibu yang sehat tentunya akan melahirkan generasi penerus yang sehat dan terwujudnya keluarga yang bahagia.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Seksi Kesehatan Keluarga Bidang Kesehatan Masyarakat ini dihadiri oleh 27 orang peserta dari lintas program dan lintas sektor terkait, seperti Kanwil Kemenag Provinsi NTB, perwakilan BKKBN NTB, DP3AP2KB Provinsi NTB, serta peserta dari Kabupaten / Kota, dengan menghadirkan narasumber lintas program dan lintas sektor yang sangat berkompeten di dalam upaya mencapai tujuan dari kegiatan tersebut diantaranya adalah Kepala DP3AP2KB Ir. Husnanidiaty Nurdin, MM., Kepala  Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB DR. H. Zaidi Abdad M.Ag., Plt. Kepala BKKBN Wilayah Provinsi NTB Drs. Sama’an, M.Si., dan mewakil Persatuan dokter Obstetri dan Ginekologi Provinsi NTB dr. Ratih Barirah, Sp.OG.

Dari seluruh narasumber yang hadir dan memberikan paparannya dalam kegiatan yang berlangsung selama empat hari tersebut, rata-rata mengungkapkan bahwa masih tingginya angka pernikahan usia dini dan juga masih banyaknya dari pernikahan-pernikahan yang tidak tercatat di kantor KUA sehingga luput mendapatkan pelayanan maupun konseling kesehatan reproduksi bagi calon pengatinnya. Hal ini tentunya memberikan dampak tidak langsung terhadap meningkatnya resiko tinggi, baik morbiditas dan mortalitas bagi ibu dan bayi yang akan dilahirkan.

Dalam pertemuan yang dimulai tanggal 1 hingga 4 September 2021 di Hotel Grand Legi, Mataram pekan lalu akhirnya melahirkan beberapa kesepakatan, baik oleh seluruh para narasumber maupun peserta secara khusus dan solid, menyatakan bahwa kesehatan reproduksi calon pengantin merupakan satu hal yang sangat penting guna mempersiapkan calon ibu sebagai pencetak generasi sehat dan berkualitas, yang seirama dengan misi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam mewujudkan Generasi Emas NTB. Salah satu hal yang menjadi kesepakatan dalam pertemuan Orientasi Pelayanan Kesehatan Reproduksi Calon Pengantin lalu adalah pembentukan Kerjasama tentang Pelayanan Kesehatan Reproduksi Catin Tingkat Provinsi NTB yang akan difasilitasi oleh Dinas P3AP2KB, mengingat pentingnya secara bersama-sama meningkatkan komitmen secara aktif, kolaboratif dan terintegrasi mendukung dan mengawal Pelayanan Kesehatan Reproduksi Calon Pengantin ke depannya menjadi lebih baik, baik secara kuantitas maupun kualitas.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *