Website Resmi Dinas Kesehatan Provinsi NTB

Tingkatkan Profesionalisme SDM Kesehatan, Bapelkes NTB Selenggarakan Pelatihan Jafung Adminkes

Upaya peningkatan profesionalisme sumber daya manusia kesehatan untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan profesional yang bermutu dan terjangkau bagi seluruh masyarakat, memerlukan adanya tenaga kesehatan yang ditugaskan secara penuh untuk melaksanakan kegiatan pengamatan, pengawasan, dan pemberdayaan masyarakat.

Guna meningkatkan dan mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan, sebagai salah satu indikator keberhasilan pembangunan, maka Bapelkes UPTD Dinas Kesehatan Provinsi NTB  bekerja sama dengan Pengurus Daerah Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (IAKMI) Provinsi NTB menyelenggarakan Pelatihan Jabatan Fungsional Administrator Kesehatan Ahli Angkatan I Tahun 2021.

Pelatihan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM., MARS. Dalam sambutannya menyampaikan “Dalam rangka pembinaan karir dan pengembangan professionalisme PNS dalam menjalankan tugas khususnya di bidang kesehatan, saat ini telah ditetapkan 27 jenis jabatan fungsional kesehatan antara lain administrator kesehatan yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor.42/Kep/M.PAN/12/2020 tentang jabatan fungsional administrator kesehatan dan angka kreditnya”, kata dr. Fikri.

Lebih lanjut Ia juga menekankan pentingnya SDM Kesehatan yang semakin berkualitas, sesuai dengan Peraturan LAN No. 5 tahun 2018 Tentang Pengembangan Kompetensi Pegawai  Aparatur Sipil Negara, yang antara lain dapat diwujudkan melalui pelatihan, karena besarnya tantangan masalah kesehatan masyarakat saat ini seperti masih tingginya angka kematian bayi, kematian ibu, stunting dan masalah Covid-19.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bapelkes Provinsi NTB, H. Ali Wardana, SKM.,M.Si dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan ini bersifat swadana, dan akan berlangsung 11 hari, mulai tanggal 22 Maret – 6 April 2021, yang diselenggarakan dengan  pembelajaran jarak jauh (distance learning) full online dengan aplikasi zoom yang dilengkapi dengan google classroom, WA Group / Group chat sebagai wadah oleh fasilitator, panitia serta peserta dalam mengumpulkan penugasan-penugasan serta dokumen lain yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran.

Peserta pelatihan angkatan I ini berjumlah 30 orang, yang berasal dari berbagai institusi kesehatan seperti Dinas Kesehatan Kab/Kota di Provinsi NTB, beberapa Puskesmas, RSUD Kab. Lombok Utara, RSUD Kota Mataram, RSUD Awet Muda Narmada, RSJ Mutiara Sukma Mataram  dan ada juga dari Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu sebanyak 2 orang.

Narasumber pelatihan berasal dari Pusat Analisis Determinan Kesehatan (PADK) Kemenkes RI, Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Bapelkes Provinsi NTB, Dinas Penanaman Modal Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Mataram, Pengda IAKMI NTB, dan Widyaiswara Bapelkes Provinsi NTB. Dalam salah satu pemaparan, narasumber pusat, dr. Agung Romilian, M.Kes, mengatakan bahwa akan ada perubahan PermenPAN 42/2000 yang sudah berusia lebih dari 20 tahun, untuk mengantisipasi perubahan kebijakan yang terkait dengan tugas-tugas seorang administrator kesehatan, yaitu Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, wewenang dan tanggung jawab secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan analisis kebijakan di bidang administrasi pelayanan, perijinan, akreditasi dan sertifikasi program-program pembangunan kesehatan.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan peserta mengetahui dasar-dasar administrasi kesehatan, kebijakan jabatan fungsional administrasi kesehatan, memahami tentang pelayanan administrasi kesehatan, menerapkan prinsip-prinsip analis kebijakan, prosedur perijinan institusi dan pemberi jasa dibidang kesehatan, melaksanakan penilaian dan menyajikan hasil akreditasi institusi dan program-program kesehatan, memahami sertifikasi tenaga kesehatan dan produk dibidang kesehatan, memahami pembuatan karya tulis/ilmiah, menyusun kerangka acuan dan laporan serta mengajukan tata cara pengusulan DUPAK, dan dapat diterapkan dalam melaksanakan tugas ditempat kerja masing-masing, sehinggga dapat meningkatkan mutu pelayanan yang ada Provinsi NTB.

Editor : Reny

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.