Uji Resistensi Insekstisida Terhadap Vektor Dengue

Tim Entomolog Dinas Kesehatan Provinsi NTB, bersama Tim Kerja Vektor Kemenkes RI, BBTKL Surabaya dan Dinas Kesehatan Lombok Utara, melaksanakan Uji Resistensi Insektisida terhadap Vektor Dengue, 13-17 Maret 2023. Kegiatan ini dilaksanakan di wilayah Puskesmas Tanjung Kabupaten Lombok Utara.

Uji resistensi adalah kegiatan secara berkala untuk mengetahui kerentanan vektor terhadap insektisida yang akan dan sedang digunakan. Salah satu metode untuk melakukan monitoring resistensi yaitu dengan uji kerentanan. Uji keretanan adalah suatu uji untuk mengetahui status kerentanan vektor malaria terhadap insektisida yang sudah dipakai atau akan dipakai, dimana akan terjadi seleksi populasi vektor yang mati atau dapat bertahan hidup.

Hal yang mendasari dilakukan kegiatan ini yaitu penggunaan insektisida yang terlalu sering dan dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan terjadinya resistensi vektor. Jika sebagian besar populasi nyamuk vektor sudah resisten terhadap insektisida maka akan menyebabkan penggunaan insektisida menjadi tidak efektif untuk mengendalikan vektor.  Oleh karena itu diperlukan upaya untuk mendeteksi terjadinya resistensi sedini mungkin melalui kegiatan uji resistensi insektisida secara berkala.

Dari hasil uji akan menggambarkan status resistensi vektor yang diuji. Ada tiga jenis resistensi yang terjadi yaitu rentan, resisten moderat dan resisten tinggi. Kegiatan uji resistensi ini dilakukan terhadap beberapa jenis insektisida dengan menggunakan metode WHO Susceptibility test dan insektisida yang digunakan adalah Impregnated paper; Malathion 0,08 % dan Sipermethrin 0,05 %.

#DinkesProvNTB #DinkesNTB #SahabatSehat #SalamSehat #HumasSehat