Upaya Pertahankan Status Eliminasi Malaria Kota Bima, Dinkes NTB Lakukan Pembinaan

Dalam upaya mempertahankan status eliminasi malaria di Kota Bima, salah satunya dengan surveilans migrasi, Dinas Kesehatan Provinsi NTB melalui seksi P2PMZ dalam hal ini Tim Tular Vektor dan Zoonosis melakukan fasilitasi pembinaaan daerah pemeliharaan di Kota Bima, Rabu (5/6/2024).

Pembinaan yang dilakukan berupa pendampingan PE kasus impor, survei vektor dan menilai kualitas sediaan serta kelengkapan register laboratorium.

Kasus malaria yang terjadi di Kota Bima merupakan kasus impor dari berbagai daerah endemis malaria baik dari luar provinsi NTB seperti Papua, Kalimantan, NTT dan lainnya, namun juga berasal dari daerah di wilayah provinsi NTB yang belum eliminasi malaria.

10 tahun mempertahankan status eliminasi malaria adalah hasil dari kerja keras Dinas Kesehatan Kota Bima dan Puskesmas se-Kota Bima.

Upaya mencegah terjadinya kasus indigenos berupa surveilans migrasi bagi pendatang ataupun penduduk lokal yang kembali dari daerah endemis dilakukan dengan melibatkan lintas program, seperti program penyehatan lingkungan dan promosi kesehatan.

Surveilans sementara lintas sektor yang dilibatkan adalah BKK (Badan Karantina Kesehatan) Kemenkes RI, kelurahan, serta kader. Selain itu, penguatan Penyelidikan Epidemiologi pada kasus impor menjadi keharusan.

Kegiatan pembinaan ini menghasilkan beberapa poin, yakni puskesmas sudah melakukan PE kasus malaria pada pasien dan warga sekitar rumah pasien, akan tetapi tidak menggunakan format PE malaria yang sudah ditentukan.

Surveilan vektor telah dilakukan pada sekitar pemukiman terjadinya kasus malaria impor, akan tetapi tidak dibuatkan peta reseptivitas sehingga tidak dapat diketahui bahwa daerah tersebut berpotensi atau tidak untuk penularan malaria.

Selain itu, sediaan slide yang dibuat oleh petugas ATLM (Ahli Teknologi Laboratorium Medik) tidak sesuai standar yakni ukuran sediaan dan tempat penyimpanan slide bukan pada box slide yang memadai.

Dinas Kesehatan memberikan rekomendasi bagi petugas malaria, petugas ATLM dan kepala Puskesmas, yaitu bagi petugas malaria pada saat melakukan PE kasus diharuskan menggunakan format yang standar.

Kemudaian, surveilans vektor harus tetap dilakukan walaupun kasus impor dan dibuatkan peta reseptivitas.

Perlu juga dilakukan OJT (On The Job Training) terhadap petugas ATLM agar kemampuan pembuatan dan pemeriksaan slide petugas sesuai standar.

#EliminasiMalaria #KotaBima #NTBMajuMelaju #NTBSehatdanCerdas #PemprovNTB #DinasKesehatan #DinKesProvNTB #DinkesNTB #PSDMK #SDK #SahabatSehat #HumasSehat #SalamSehat