Upaya Wujudkan Eliminasi TBC, Dinkes Lakukan Skrining di Tempat-Tempat Khusus di Lombok Timur

TBC atau Tuberkulosis sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Penyakit Tuberkulosis merupakan penyakit yang sangat menular, apalagi didukung dengan lingkungan yang tidak sehat. Beberapa penemuan kasus TBC di masyarakat adalah di tempat-tempat khusus, misalnya di pondok pesantren, asrama, dan daerah padat lainnya.

Berdasarkan Laporan Global Health TBC 2021, Indonesia menduduki peringkat ketiga dengan beban TBC sebanyak 824.000 kasus. Di NTB sampai dengan bulan Juni 2022, ditemukan kasus TBC sebanyak 3.195 kasus dari 17.715 kasus (18%).

Oleh karena itu, pada 26-27 Juli 2022, Dinas Kesehatan Provinsi NTB dan Kabupaten Lombok Timur bekerja sama dengan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan (BBTKL) Surabaya, melakukan skrining penemuan kasus TBC di Pondok Pesantren Penakak dan Pondok Pesantren Thohir Yasin, Kecamatan Masbagik, Lombok Timur. Kedua pondok tersebut berada di wilayah Puskesmas Masbagik Utara dan Puskesmas Lendang Nangka.

Kegiatan yang turut melibatkan Babinsa Masbagik ini bertujuan untuk menemukan kasus TBC di daerah padat yang memiliki faktor risiko tinggi terhadap penularan penyakit TBC.

Kegiatan dimulai dengan memberikan informasi yang jelas tentang penyakit TBC, cara penularan, pengobatan dan pencegahannya kepada para santri dan pengelola pondok. Setelah itu dilakukan skrining terhadap santri dan pengelola pondok yang memiliki gejala TBC.

Sebanyak 100 specimen diperoleh untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium dengan menggunakan alat Test Cepat Molekuler di Puskesmas Aikmel.

Ke depannya, kegiatan ini diharapkan dapat terus dilaksanakan demi mewujudkan Eliminasi TBC 2030.

#SalamTOSSTBC

#EliminasiTBC2030

#It’stimetoEndTBC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *