Upayakan Penanganan Situasi Bencana yang Optimal, Dinkes NTB adakan Workshop Pembentukan Disaster Medical Team

Penanganan situasi bencana yang optimal diharuskan bagi daerah rawan bencana, termasuk NTB. Kompetensi tinggi dari petugas kesehatan dalam memberikan pelayanan pada situsasi bencana pun sangat dibutuhkan demi terciptanya EMT (Emergency Medical Team) yang berkualitas dan dapat diandalkan oleh masyarakat.

Oleh karena itu, Dinas Kesehatan Provinsi NTB melalui seksi Surveilans melaksanakan Workshop Pembentukan Disaster Medical Team (DMT) Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat, di Hotel Grand Legi, pada 14 – 16 November 2022.

DMT (Disaster Medical Team) yang akan dibentuk oleh Dinas Kesehatan Provinsi NTB merupakan EMT tipe 1 yang memiliki kualifikasi dan kompetensi yeng terbagi menjadi 2 tim, yaitu mobile team dan fix team.

Mobile team akan bekerja di luar fasilitas kesehatan, dengan pelayanan rawat jalan medis dasar dan kegawatdaruratan keliling, mampu melayani minimal 50 pasien rawat jalan, pelayanan hanya pada waktu siang hari, tim bersifat mobile dan dilengkapi peralatan.

Sedangkan Fix team memberikan layanan di kelompok pengungsian, dengan pelayanan rawat jalan medis dasar dan kegawatdaruratan di Pos Kesehatan, mampu melayani minimal 100 pasien rawat jalan, pelayanan hanya pada waktu siang hari, tim fixed (tetap) dan dilengkapi peralatan.

Adapun pelayanan kesehatan tingkat lanjut lainnya dapat dilakukan di rumah sakit, karena hampir seluruh kabupaten/kota di Indonesia, khususnya di Provinsi NTB, memiliki rumah sakit daerah. Selanjutnya penanganan yang membutuhkan spesialisasi dapat dirujuk ke Rumah Sakit Provinsi atau Rumah Sakit Pendidikan di daerah dengan fasilitas pelayanan kesehatan yang tidak terdampak.

Hadir dalam Workshop ini, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Kepala Bidang P2P Dinkes NTB, BPBD NTB, Perdamsi, Basarnas, serta narasumber pusat dari Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI  dan Universitas Gajah Mada.