WORKSHOP PROGRAM INDONESIA SEHAT DENGAN PENDEKATAN KELUARGA (PIS PK) TERPADU TAHUN 2019

Mataram, (09/08/2019). Prioritas pembangunan kesehatan Indonesia tahun 2019 memfokuskan pada Sinergisme Pusat dan Daerah mewujudkan Universal Health Coverage melalui Program Indonesia Sehat Pendekatan Keluarga (PIS PK) dengan pendekatan 6 komponen utama yaitu penguatan upaya pelayanan kesehatan, ketersediaan tenaga kesehatan, sistim informasi kesehatan, akses terhadap ketersediaan obat ecencial, pembiayaan dan kepemimpinan atau pemerintahan.

Melalui Workshop Program Indonesia Sehat Dengan Pendekatan Keluarga (PIS PK) Terpadu Tahun 2019 yang dilaksanaan di Hotel Lombok Astoria Mataram, 06 s/d 09 Agustus 2019 Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat melalui Dinas Kesehatan bersama – sama merumuskan dan mengidentifikasi upaya-upaya strategis dalam rangka mendukung dan memantapkan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS PK).

dr. Era Renjana dari Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa program PIS PK adalah salah satu program yang merubah mainset kita, bahwa petugas kesehatanlah yang mendatangi masyarakat, untuk mendata masalah kesehatan keluarga yang didatangi kemudian menyadarkan masyarakat bahwa mereka sedang mengalami masalah kesehatan apa dan harus mendapatkan pelayanan kesehatan apa.

dr. Era Renjana Saat memberikan Paparan Materi

Lebih lanjut dikatakan PIS PK merupakan pendekatan untuk mencapai target program itu sendiri. Pada kunjungan keluarga dapat diperoleh data riil terkait masalah kesehatan keluarga tersebut, sehingga dapat diberikan intervensi sesuai kebutuhannya, baik intervensi awal kemudian intervensi lanjut dengan memperhatikan evidence based. Pada akhirnya SPM dapat dilaksanakan dan program tercapai.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan NTB dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A., MPH. dalam sambutannya menyampaikan bahwa hasil evaluasi PIS PK NTB hingga saat ini baru mencapai 60 persen, Hal tersebut perlu menjadi perhatian kita bersama. Beliau menekankan agar capaian 12 indikator PIS PK plus Gizi harus sudah 100 persen pada akhir tahun 2019, artinya hanya ada sisa waktu 5 bulan kurang 7 hari untuk menyelesikan PR yang menjadi target kita, yang nantinya menjadi dasar untuk program selanjutnya di tahun 2020 dan 2021.

dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A., MPH memberikan sambutan saat pembukaan kegiatan Workshop Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga

dr. Eka berhadap agar pelaksanaan program PIS PK di tingkat puskesmas perlu memberikan datanya secara berkala, dan hal ini bisa dilakukan dalam kegiatan minilok di puskesmas-puskesmas, sehingga para pemegang program mengetahui data dan melakukan evaluasi terhadap progress capaian PIS PK diwilayah kerjanya. Untuk itu Binwil diminta utk mendampingi kab/kota yang menjadi binaannya dan perlu disepakati kapan dilakukan verifikasi di tingkat puskesmas, kapan kab/kota dan kapan provinsi.

Pertemuan diakhiri dengan penandatangan Resolusi / Kesepakatan bersama antara Dinas Kesehatan Provinsi NTB dengan Dinas Kesehatan Kab/Kota se Provinsi NTB tentang Pelaksanaan Program Indonesia Sehat Dengan Pendekatan Keluarga (PIS PK) Terpada Tahun 2019 yang menghasilkan 13 Poin Kesepakatan.

Penandatanganan MoU Kesepakatan Bersama antara Dinas Kesehatan Provinsi NTB dengan Dinas Kesehatan Kab/Kota

Resolusi Workshop Program Indonesia Sehat Dengan Pendekatan Keluarga (PIS PK) Terpadu Tahun 2019

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Visit Us On TwitterVisit Us On Facebook