Website Resmi Dinas Kesehatan Provinsi NTB

Workshop Sistim Pelaporan P2p Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat APBD-Tahun 2019

Program ISPA sudah berlangsung lebih dari 25 tahun, namun pengaruhnya terhadap penurunan Angka Kematian Bayi/Balita akibat ISPA/Pneumonia belum sesuai harapan. Banyak faktor yang berkontribusi terhadap kejadian ISPA/Pneumonia dan tidak ada intervensi tunggal yang secara efektif dapat mencegah, mengobati dan mengendalikannya.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan sebagai bagian dari upaya-upaya pengendalian dan kesiapsiagaan pandemik influenza adalah peningkatan kapasitas manajerial pengelola ISPA melalui workshop sistim pelaporan ISPA. Tahun 2019, Dinas Kesehatan Provinsi NTB melalui APBD mengalokasikan anggaran workshop sistim pelaporan untuk pengelola program ISPA.

Alasan diadakannya kegiatan workshop ini karena masih ditemukan pemahaman pengelola program ISPA kabupaten/kota yang tidak sesuai dengan indikator nasional mengenai definisi operasional tiap bagian dari unit sistim pelaporan ISPA. Kegiatan dilaksanakan selama 3 (tiga) hari mulai tanggal 22 Mei s.d. 24 Mei 2019 di Hotel Lombok Plaza.

Peserta kegiatan berjumlah 40 orang, terdiri dari 10 kabupaten/kota, lintas program dan lintas sektor (RS), dengan rincian :

Peserta Kabupaten (30 orang) :
– Petugas pengelola Program ISPA kabupaten/kota
– Pengelola program/Wasor ISPA Puskesmas terpilih
– Pengelola program/Wasor ISPA Puskesmas terpilihPetugas pengelola Program ISPA kabupaten/kota

Peserta Provinsi Lintas Program dan lintas sektor (10 orang) :
– Seksi Surveilans Epidemiologi, Imunisasi dan Kesehatan Bencana
– RSUD Provinsi NTB
– Pengelola Program di Seksi P2P

Narasumber berasal dari Subdit ISPA/Pneumonia Kemenkes RI, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Kepala Bidang P3KL Dinas Kesehatan Provinsi NTB,  Kepala Seksi P2P Dinas Kesehatan Provinsi NTB dan Pengelola Program ISPA Dinas Kesehatan Provinsi NTB. Output dari kegiatan diharapkan persentase kabupaten/kota yang 50% Puskesmas-nya melakukan pemeriksaan tatalaksana pneumonia melalui pendekatan MTBS (tatalaksana standar) sebagai upaya intensif dan inklusif tatalaksana pneumonia dengan melibatkan semua pemangku kepentingan baik pusat dan daerah terutama lintas program/sektor yang terkait, para ahli/akademisi, organisasi profesi, lembaga internasional, lembaga swadaya masyarakat..Mari bersama-sama selamatkan generasi bangsa…

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.