Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Perempuan Lewat Gerakan Perempuan Sehat Produktif

Dinas Kesehatan Provinsi NTB menggelar Pertemuan Orientasi Gerakan Perempuan Sehat Produktif untuk meningkatkan Kesadaran Kesehatan Perempuan pada Senin (28/7). Kegiatan ini juga sebagai respons atas tren peningkatan penyakit tidak menular (PTM) yang dalam satu dekade terakhir terus menunjukkan angka signifikan. Hal ini menjadi indikator bahwa beban pembiayaan terhadap penyakit dengan risiko tinggi (high-cost diseases) juga semakin meningkat.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB menyampaikan bahwa tantangan utama saat ini bukan hanya mengobati yang sakit, tetapi menjaga agar yang sehat tetap sehat. Kesehatan bukan hanya soal fisik, tetapi juga mencakup kesehatan psikis dan lingkungan.

“Data dari Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) menunjukkan bahwa mayoritas peserta pemeriksaan kesehatan berasal dari kelompok perempuan, termasuk di lingkungan kerja. Fakta ini memperkuat pentingnya peran perempuan dalam menjaga derajat kesehatan, mengingat tingkat produktivitas perempuan kini semakin tinggi di berbagai sektor,” ungkap Dr. Fikri. Beliau melanjutkan, perilaku dan lingkungan juga turut memberikan kontribusi hingga 40% terhadap derajat kesehatan seseorang.

Melalui orientasi ini, diharapkan para perempuan mampu menjadi agen perubahan, baik di keluarga maupun di lingkungan kerja, dalam menerapkan gaya hidup sehat dan menciptakan ruang produktif yang sehat secara menyeluruh. -Emp

Pengarahan dan Evaluasi MBG di Provinsi NTB

Badan Gizi Nasional (BGN) menyelenggarakan Pengarahan dan Evaluasi Makan Bergizi Gratis kepada Kasatpel, Yayasan dan Mitra SPPG Provinsi Nusa Tenggara Barat di Pullman Hotel, Kuta, Lombok Tengah pada Kamis (24/4).
Hadir sebagai peserta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Dr. dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM. MARS., perwakilan TNI, perwakilan POLDA NTB, Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), Mitra SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) dan Yayasan SPPG.

Dalam arahannya Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional, Mayjen TNI (Purn) Dadang Hendrayudha menyampaikan saat ini total 1.065 dapur aktif di seluruh Indonesia dengan 3.170.826 penerima manfaat MBG (Makan Bergizi Gratis) di seluruh Indonesia. Di NTB terdapat 36 SPPG yang sudah aktif dan akan terus bertambah karena dibutuhkan 445 SPPG untuk memenuhi target penerima manfaat di NTB.

Read More

Acara FGD dan Audiensi Penurunan Stunting

Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Kesehatan terus melakukan berbagai upaya dalam pencegahan dan intervensi stunting. Beberapa indikator pencegahannya seperti pemberain tablet tambah darah (TTD) untuk perempuan usia 6-23 tahun, edukasi pentingnya pemberian ASI Eksklusif, pemantauan tumbuh kembang balita dan desa bebas buang air besar. Dilakukan pula intervensi spesifik dengan pemberian makanan tambahan (PMT) pada bayi yang berat badannya kurang, serta melakukan kolaborasi dengan pemangku kepentingan terkait dan akademisi dari Poltekkes Kemenkes Mataram.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Dr. dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM., MARS., menyampaikan perkawinan anak dan kebersihan lingkungan termasuk air bersih memengaruhi angka stunting di NTB. “Kita harus terus mendorong terjadinya perubahan perilaku terutama dalam pemberian makan dan kebersihan lingkungan. Karena data menunjukkan perubahan perilaku memberikan dampak lebih signifikan terhadap anak stunting,” ungkap Dr. Fikri dalam kegiatan audiensi, validasi dan sinkronisasi data stunting di Dinkes NTB, Senin (21/4).

Read More