Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Tim Kerja Keluarga Sejahtera Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan keluarga melalui Sosialisasi tentang pendewasaan usia anak dan kegiatan Pelatihan Keterampilan Usaha Ekonomi Produktif Keluarga bagi akseptor KB di Kelurahan Pagutan Timur, Kota Mataram, pada Senin (6/4).
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan ekonomi keluarga, tetapi juga menjadi sarana sosialisasi penting terkait bahaya pernikahan anak yang masih kerap terjadi, terutama pada keluarga dengan kondisi ekonomi rentan. Dinas Kesehatan NTB menilai bahwa lemahnya kondisi ekonomi seringkali menjadi salah satu faktor pendorong terjadinya pernikahan anak, yang pada akhirnya berdampak pada rendahnya kualitas kesehatan, pendidikan, serta kesejahteraan keluarga.
Melalui pendekatan edukatif, masyarakat diberikan pemahaman bahwa pernikahan anak bukanlah solusi atas tekanan ekonomi, melainkan dapat memperpanjang siklus kemiskinan dan kerentanan sosial dalam keluarga.
Kepala Bidang PPKB, Lalu Simbawara, dalam sambutannya menegaskan bahwa program Desa Berdaya menjadi salah satu strategi pemerintah dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
“Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya memberikan keterampilan usaha, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya perencanaan keluarga, termasuk mencegah pernikahan anak. Ketahanan keluarga harus dimulai dari ekonomi yang kuat dan keputusan yang tepat,” ujarnya.
Peningkatan ekonomi keluarga dalam program ini difokuskan pada pemberdayaan berbasis potensi lokal seperti pertanian dan ekonomi kreatif, sehingga masyarakat dapat menciptakan peluang usaha yang berkelanjutan.
Sementara itu, narasumber dari Dinas Koperasi dan UKM Kota Mataram turut memberikan materi terkait manajemen usaha keluarga, teknik pengemasan, serta peningkatan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Manajemen usaha adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan seluruh sumber daya secara efektif dan efisien agar usaha dapat berkembang dan berkelanjutan,” jelasnya.
Melalui sinergi antara peningkatan ekonomi dan edukasi sosial ini, Dinas Kesehatan NTB berharap masyarakat semakin sadar bahwa ketahanan keluarga tidak hanya ditentukan oleh kondisi finansial, tetapi juga oleh keputusan-keputusan yang melindungi masa depan anak.
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kondisi sosial ekonomi keluarga sekaligus menekan angka pernikahan anak, sehingga terwujud keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera.